2018 : KEBERADAAN SAMPAH PLASTIK DALAM SALURAN GASTROINTESTINAL HASIL TANGKAP IKAN LAYANG (Decapterus) DAN LEMURU (Sardinella) DI PELABUHAN MUNCAR, BANYUWANGI

Dr.rer.nat. Edwin Setiawan S.Si., M.Sc
Nova Maulidina Ashuri, S.Si, M.Si
Noor Nailis Saadah S.Si., M.Sc.


Abstract

Keberadaan plastic debris (sampah plastik) sudah ada sejak lama dan telah menjadi permasalahan baik secara lokal, nasional bahkan internasional. Permasalahan sampah plastik tersebut tidak hanya berdampak pada habitat terrestrial, namun telah meluas ke habitat perairan laut. Terkait isu global tersebut, sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengetahui dampak sampah plastik terhadap hewan-hewan pesisir dan laut, sebagai contoh yaitu ditemukannya materi plastik pada saluran pencernaan burung pantai. Selain itu, terdapat penelitian terkait keberadaan sampah plastik pada saluran gastrointestinal ikan pelagis besar. Kondisi tersebut dimungkinkan akan menyebabkan turunnya daya tahan tubuh ikan dan meningkatnya infeksi penyakit pada produk hasil perikanan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya dalam mendukung biosekuriti atau manajemen kesehatan lingkungan agar dapat menekan risiko munculnya penyakit pada produk hasil perikanan. Berhubungan dengan isu-isu tersebut, maka penelitian terkait keberadaan parasit dan sampah plastik pada ikan perlu dilakukan. Jenis ikan yang akan diteliti adalah ikan lemuru dan ikan layang yang merupakan jenis ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat secara langsung maupun dalam tidak langsung (berupa makanan kalengan, tepung dan minyak ikan (Arifan dan Wikanta, 2011; Purwaningsih, 2015). Ikan lemuru dan ikan layang memiliki kandungan omega 3 yang tinggi dibanding jenis ikan laut yang lain dengan harga terjangkau (Rodriguez et al, 2010; Arifa dan Wikanta, 2011). Hal tersebut menjadikan ikan ini memiliki intensitas penangkapan tertinggi, terutama di wilayah sekitar pelabuhan Muncar. Oleh karena itu, kualitas ikan ekonomis tinggi ini harus mendapatkan perhatian khusus dalam hal terkait penurunan kualitas produk akibat parasit maupun sampah plastic yang terkandung di dalam tubuhnya (Susila, 2016; Palm et al, 2008). Penelitian parasit dan sampah plastik pada ikan lemuru dan ikan layang perlu dilakukan antara lain karena merupakan salah satu cara untuk menilai kualitas stok ikan yang ada di alam dan untuk mengetahui manajemen food safety, agar aman dikonsumsi dan tidak berdampak negatif terhadap kesehatan manusia (Quaizon, 2015); Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keberadaan marine debris jenis plastik pada saluran gastrointestinal ikan lemuru dan layang; memperoleh data jenis-jenis parasit serta memperoleh data prevalensi dan intesitas parasit pada kedua ikan hasil tangkapan di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi. Hasil penelitian tersebut dapat menjadi salah satu upaya biosekuriti hasil produk perikanan untuk pangan dan kesehatan sesuai yang tercantum dalam fishbond penelitian pusat studi kelautan ITS. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel ikan lemuru dan ikan layang dari nelayan yang melakukan penangkapan ikan di Selat Bali, tepatnya di wilayah perairan di dekat Pelabuhan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Sampel ikan tersebut kemudian diambil isi gastrointestinalnya untuk diamati keberadaan sampah plastik. Selanjutnya juga dilakukan scrapping bagian usus, insang dan permukaan tubuh ikan untuk dianalisis endoparasit dan ektoparasit yang terdapat pada kedua jenis ikan tersebut.