2018 : Studi Lanjutan Pengembangan Prototipe Sistem Pengolahan Air Balas Kapal dengan Pembesaran Skala dan Variasi Media Filtrasi untuk Menghancurkan Mikroba Air Patogen

Dr.Eng. Trika Pitana S.T., M.Sc
Dr.Eng Muhammad Badrus Zaman ST., MT.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Balas merupakan salah satu sistem terpenting pada kapal. Balas berfungsi untuk mengontrol trim, sarat, stabilitas dan tegangan pada lambung kapal yang disebabkan oleh kondisi laut yang merugikan atau akibat dari perubahan berat kargo. Dewasa ini, dalam operasional kapal, balas yang paling umum digunakan adalah air laut. Hal ini dikarenakan ketersediaan air laut yang melimpah dan juga lebih mudah untuk dibongkar dan muat di kapal dibandingkan benda padat. Balas dimuatkan pada kapal ketika kapal sedang dalam keadaan kosong atau tidak membawa muatan dan dikeluarkan ketika kapal bermuatan penuh agar sarat dari kapal tersebut mencukupi. Selain memiliki kelebihan, penggunaan air laut sebagai balas juga memiliki kekurangan. Air laut yang dijadikan balas berpotensi menimbulkan pencemaran laut atau bahkan invasi biologis atau dalam hal ini sering diesbut sebagai invasi oleh spesies asing. Hal ini disebabkan oleh kandungan mikroorganisme air patogen yang terkandung di dalam air laut yang diambil dari origin port dan dibongkar pada destination port. Menurut European Maritime Safety Agency (2013), hal ini dapat menyebabkan ancaman besar bagi lingkungan, kesehatan masyarakat dan ekonomi. Untuk mencegah pencemaran laut akibat pembuangan balas, IMO mengeluarkan regulasi yang mengatur tentang pembuangan air balas. Dalam peraturan D-2 pada International Convention for the Control and Management of Ships' Ballast Water and Sediments disebutkan ketentuan batas aman jumlah mikroba tertentu pada air balas agar air tersebut dapat dibuang di laut. Seiring dengan munculnya regulasi yang mengatur tentang air balas pada kapal, studi dan penelitian mengenai pengolahan air balas di kapal mulai banyak dilakukan. Salah satu sistem pengolahan air balas kapal yang sedang dikembangkan adalah pengolahan air balas dengan menggunakan sinar ultraviolet yang dikombinasikan dengan tahap filtrasi. Sinar UV memiliki sifat dapat diserap oleh protein asam ribonukleat (RNA) dan asam deoksiribonukleat (DNA), sehingga dapat menyebabkan mutasi atau kematian pada patogen. Penelitian pada pengembangan prototipe pengolah air balas telah dilakukan sebelumnya, yang akan diteliti pada penilitian ini adalah efek dari laju aliran, dosis UV, kemampuan media filtrasi dalam mengurangi jumlah mikroba patogen jika dilakukan pembesaran skala pada prototipe awal, efek dari ukuran karet remah/serbuk ban sebagai media filtrasi dan efek dari pengulangan pada system pengolahan air ballast (looping system). Media filtrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah serbuk ban dan karbon aktif.