2020 : KAJIAN SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) KEGIATAN PENDIDIKAN DI KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

Mohammad Setyo Puji Raharjo S.K.M
Susi Agustina Wilujeng S.T.,M.T
I D A A Warmadewanthi ST, MT, Ph.D
Arseto Yekti Bagastyo S.T., M.T., M.Phil,


Abstract

Kegiatan laboratorium menghasilkan limbah baik yang cair maupun padat. Sifat dari limbah laboratorium sangat bervariasi, dapat bersifat mudah terbakar, reaktif, korosif, iritatif, mudah meledak, mudah teroksidasi, dan berbahaya untuk lingkungan. Unit di ITS juga menghasilkan limbah elektronik yang dihasilkan dari kegiatan perkantoran/pendidikan yang meliputi kelas, kantor, ruang sidang, laboratorium, bengkel dan fasilitas departemen lainnya, yang mengandung logam berat. Kedua limbah tersebut diklasifikasikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), yang memerlukan pengelolaan khusus, yang saat ini belum dilaksanakan di Kampus ITS. Sesusai dengan UU no.1 Tahun 1970 pasal 4 tentang syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemasangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan dan penyimpanan bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. Dengan demikian, penyusunan standar pengelolaan limbah B3 dan perancangan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3 ini sangat diperlukan, guna melindungi seluruh civitas akademika ITS dari potensi bahaya kecelakaan kerja, maupun bencana lainya yang timbul dari kegiatan laboratorium. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting terkait pengelolaan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) dari kegiatan pendidikan/perkantoran di kampus ITS, mendapatkan rekomendasi pengelolaan limbah B3 di ITS yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta merancang tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah B3 di ITS sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Pengambilan data timbulan limbah B3 didapatkan dari hasil studi yang dilakukan beserta kuisioner yang disebar pada beberapa departemen di ITS untuk dapat menentukan kapasitas maupun fasilitas yang dibutuhkan dalam perencanaan TPS limbah B3 maupun limbah elektronik ITS. Pemahaman dari semua pihak di ITS terkait pengelolaan limbah B3 dilakukan dengan metode Focus Group Discussion (FGD). Penyusunan Draft skema pengelolaan limbah B3 dapat meliputi pewadahan, pelabelan, pengumpulan, dan penyimpanan limbah B3 sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pembuatan skema dapat merujuk pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Desain perencanaan TPS limbah B3 disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas limbah B3 yang dihasilkan pada unit-unit terkait agar dapat menampung limbah B3 dengan jumlah yang sesuai. Perencanaan TPS limbah B3 juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas tertentu, seperti melakukan standarisasi kemasan/ container yang aman untuk berbagai karakteristik limbah B3, Rak penyimpanan Kemaan Limbah B3, system monitoring, SOP (Standard Operating Procedure), penyediaan label dan simbol seseuai dengan karakteristik limbah, ventilasi yang baik, saluran pengumpul tumpahan, serta sarana pendukung K3 (kotak APD, kotak P3K, emergency eye wash, emergency body wash, APAR).