2018 : Manajemen Strategis untuk Menciptakan Sistem Produksi Berkelanjutan pada Industri Tekstil di Indonesia

Prof. Ir. Moses Laksono Singgih M.Sc Ph.D
Yudha Prasetyawan ST, M.Eng.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia merupakan salah satu pemasok tekstil dan produk tekstil (TPT) dan mampu memenuhi 1,8% kebutuhan dunia dengan nilai ekspor mencapai USD 12,46 miliar atau setara dengan 10,7% dari total ekspor nonmigas. BPS mencatat penjualan ekspor industri tekstil pada Agustus 2017 mencapai US$435 juta atau meningkat 5,03% dibandingkan dengan Juli sebanyak US$414 juta. Kenaikan ini berkat keberhasilan relokasi pabrikan ke kawasan yang mendukung efisiensi terhadap pengeluaran perusahaan sehingga permintaan kebutuhan tekstil pun dapat semakin terpenuhi. (Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), 2017). Tercatat dalam periode 2015 dan 2016, jumlah industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional meningkat, dari 5.600 menjadi 5.900 perusahaan dengan serapan tenaga kerja langsung mencapai dua juta orang. Perkembangan nilai produksi dari jenis industri tekstil yang ada di Indonesia pada tahun 2010 sampai dengan 2013 sangat meningkat sehingga dapat dikatakan permintaan terhadap produk mengalami peningkatan. Seiring meningkatnya jumlah industri TPT dikhawatirkan pencemaran limbahnya terhadap lingkungan pun semakin meningkat. Dengan menggunakan Life Cycle Assessment (LCA) akan dilakukan analisa beban lingkungan di semua tahapan dalam siklus hidup dari produk dari ekstraksi sumber daya, proses produksi bahan dan produk itu sendiri, hingga penggunaan produk sampai produk tidak digunakan kembali. Lalu dilakukan analisa dari segi ekonomi yaitu dengan menggunakan Life Cycle Costing (LCC) dalam mendukung pengambilan keputusan dari alternatif perbaikan yang diusulkan.