2017 : STRATEGI PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DALAM MEWUJUDKAN KAMPUNG BERKELANJUTAN\nDI KELURAHAN KEPUTIH, SURABAYA\n

Putu Gde Ariastita ST. MT.
Arwi Yudhi Koswara ST., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

RINGKASAN\n\nPenanganan permukiman kumuh hingga 0% menjadi konsentrasi utama bagi Pemerintah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Keberadaan permukiman kumuh tersebut memberikan banyak dampak negatif baik dari segi ketidakteraturan tatanan kota, dampak sosial ekonomi, bahkan dampak tindak kriminal. Sebagai kota metropolitan terbesar kedua, Kota Surabaya hingga saaat ini masih memiliki permasalahan terhadap keberadaan kawasan permukiman kumuh. Hal mendasar yang menyebabkan masih banyaknya kantung kumuh di Kota Surabaya adalah tidak seimbangnya laju urbanisasi dengan ketersediaan lahan yang ada. Salah satu lokasi yang teridentifikasi memiliki kawasan kumuh tersebut berada di Kelurahan Keputih. Kelurahan Keputih sendiri memiliki luas wilayah 14,40 Km2 yang terdiri atas 7 RW (Rukun Warga) dan 40 RT (Rukun Tetangga), serta memiliki total jumlah penduduk Tahun 2015 sebesar 16.893 Jiwa. Ditinjau dari kondisi sosial ekonominya, penduduk di Kelurahan Keputih mayoritas merupakan keluarga dengan tingkatan keluarga sejahtera Pra-KS, KS I, hingga KS II dengan total jumlah keluarga miskin sebesar 400 keluarga (12,05% dari total jumlah keluarga). Mayoritas keluarga miskin tersebut tidak memiliki rumah atau memiliki rumah yang tidak legal (berada di tanah pemerintah) serta kondisi rumah tersebut tidak layak huni. Secara garis besar, permukiman kumuh di Kelurahan Keputih mayoritas berada di sekitar lokasi eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Keputih. \nPenelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penanganan kawasan permukiman kumuh agar terwujud kampung yang berkelanjutan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis skoring untuk mengidentifikasi tingkat kekumuhan serta mengidentifikasi kawasan permukiman prioritasnya. Sedangkan analisis SWOT digunakan dalam perumusan strategi penanganan kawasan permukiman kumuh. \n\n\nKata kunci: permukiman kumuh, sustainable kampung\n