2019 : PENENTUAN TEKNIK REMEDIASI TANAH TERCEMAR LOGAM BERAT DI KECAMATAN JETIS, KABUPATEN MOJOKERTO, DENGAN KAJIAN SPASIAL

Dr. R. Irwan Bagyo Santoso M.T
Bieby Voijant Tangahu S.T., M.T., Ph.D.
Anak Agung Gde Kartika ST., M.Sc
Dr.Eng. Kriyo Sambodho ST., M.Eng


Abstract

Teknik remediasi adalah suatu upaya untuk pemulihan suatu media tercemar. DiJawa Timur, pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 terjadi peningkatan persentase pencemaran tanah dan pada tahun 2013 luas lahan kritis mencapai 12.000 Ha sehingga menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan lahan kritis terluas keempat di Indonesia. Salah satu penyebab dari fenomena lahan kritis merupakan pencemaran tanah. Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan persentase pencemaran tanah yaitu meningkatnya kegiatan industri yang dapat menghasilkan limbah yang dapat mencemari tanah seperti logam berat yang dapat berasal dari limbah buangan pabrik, kegiatan transportasi, dan aktifitas domestik penduduk. Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu wilayah dengan lima industri besar, dimana penelitian terdahulu menemukan bahwa air sumur di Desa Lakardowo memiliki konsentrasi logam berat Pb dan Cr yang melebihi baku mutu. Logam berat Pb dan Cr dapat ditemukan dari berbagai sumber seperti industri pelapisan logam, industri besi baja, industri listrik, industri penampungan limbah B3 dan aktifitas domestik warga, sedangkan logam berat Pb dapat juga bersumber dari gas kendaraan bermotor. Logam berat Pb merupakan logam berat yang paling umum dijumpai di lingkungan, sedangkan logam berat Cr merupakan logam yang paling toksik terhadap mahluk hidup dan umum dijumpai sebagai komponen limbah B3 Penelitian ini bertujuan menentukan teknik remediasi tanah tercemar logam berat dengan kajian persebaran dan dispersi logam berat Pb dan Cr di tanah, dengan daerah studi Kecamatan Jetis. peta persebaran logam Pb dan Cr dalam tanah di Kecamatan Jetis dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Dengan adanya peta ini, dapat mempermudah pengambil kebijakan dalam mengambil keputusan untuk merumuskan metode remediasi yang sesuai. Lokasi pengambilan sampel tanah ditentukan melalui metode Transect Area dan pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode Ring Sample. Sampel yang telah diambil diekstraksi menggunakan pelarut Aqua Regia dan diuji konsentrasi logam Pb dan Cr yang terkandung didalamnya menggunakan AAS (Atomic Absorp Spectrophotometer). Peta persebaran tersebut digunakan sebagai salah satu cara untuk menentukan alternatif dan rekomendasi teknologi remediasi tanah tercemar logam Pb dan Cr yang tepat. Pemilihan teknologi remediasi dari alternatif dan rekomendasi yang ada menggunakan metode penilaian matriks Treatment Technologies Screening Matrix. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sebuah solusi yang tepat sasaran bagi permasalahan tanah tercemar logam Pb, selain itu juga diharapkan dapat memberikan informasi yang menyeluruh dan inovatif kepada masyarakat luas dan menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.