2019 : RANCANG BANGUN KONTROL EC (Elecric Conductivity) BERBASIS SOFTSENSOR EC-pH DENGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK OPTIMASI SUPLAI ENERGI NUTRISI HIDROPONIK NFT SELADA (Lettuce Sativa)

Ir. Matraji M.Kom.
Hendra Cordova ST.,MT.

Year

2019

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Selada (Lettuce Sativa) merupakan sayuran dengan kandungan gizi dan kebutuhan pasar yang tinggi serta tumbuh dengan baik dilingkungan sejuk, dataran tinggi. Seiringnya dengan alih fungsi lahan (pertanian-ke-pemukiman) dan degradasi kesuburan tanah teknik tanam Hidroponik dengan mengalirkan nutrisi (pupuk cair) secara kontinyu merupakan solusi yang menjanjikan. Kesesuaian kualitas (komposisi, pH, Konduktivitas Listrik) dan kuantitas (laju aliran) nutrisi yag diberikan sering menjadi masalah pada teknik tersebut yang akan berakibat pada lamanya dan kegagalan panen (pH > 7,5 dan Electric Conductivity, EC > 4 mS.cm-1). Penelitian yang diusulkan adalah rekayasa Softsensor EC (Electric-Conductivity) pH (secara analitik dan empirik) agar dapat mengukur (sebagai detektor) 2 variabel sekaligus yaitu, kekuatan asam-basa dan konduktivitas listrik (Electric Conductivity, EC) larutan nutrisi menggunakan metode identifikasi ARX dan kesetimbangan reaksi Physico-Chemical yang selanjutnya ditanamkan ke dalam mikrokontroller untuk mengatur bukaan valve pupuk atau nutrisi A (NH4, P2O5, K2O, MgO, CaOS,O3), pupuk B (Mn, Zn, Cu, Mo) dan penetral (H3PO4), sehingga kualitas dan kecukupan nutrisi tercapai. Teknik Softsensor yang digunakan adalah Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dengan Algoritma Lavemberg-Marquardt untuk dapat mengidentifikasi (training dan testing) variable EC. JST tersebut akan digunakan untuk melakukan Kontrol EC (Electric Conductivity). Suplai nutrisi tersebut akan dioptimasi berdasar 2 variabel pH dan EC. Teknik hidroponik yang digunakan adalah NFT (Nutrient Film Technique), yaitu menghasilkan larutan film tipis nutrisi sebagai asupan makanan bagi tumbuhan melalui akar. Suhu didalam media nutrisi dijaga menggunakan prinsip pertukaran panas (heat exchanger) dengan mengalirkan udara dingin, sehinga terjadi perpindahan panas fluida dingin dan panas (nutrisi). Target penelitian ini adalah dapat tumbuh-kembangnya Selada pada lingkungan tidak sejuk, dataran rendah (ITS, Kota Surabaya) dengan ukuran panen lebih kecil dari 2 bulan. Penelitian ini direncanakan membutuhkan waktu 10 bulan. Target penelitian adalah 1 publikasi di seminar atau konferensi internasional (terindeks scopus atau thomson reuters), prototipe sistem hidroponik NFT Selada dengan sistem kontrol suplai (laju aliran) nutrisi. Penelitian ini juga melibatkan 3 mahasiswa S1 untuk penelitian Tugas Akhir.