2018 : Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) pada campuran Perkerasan Jalan Jenis Lapis Aspal Beton (LASTON)

Ir. Agung Budipriyanto M.Eng., Ph.D
Ir. Rachmad Basuki M.T.
Machsus S.T.,M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Untuk meningkatkan perkerasan jalan di Indonesia, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti kualitas aggregat, metode pelaksanaan, dan kualitas aspal. Rumusan masalah pada penelitian ini mengenai limbah botol plastik yang berdampak pada lingkungan. Tujuan penggunaan PET selain mengurangi sampah botol plastik yaitu dapat memberikan pengaruh terhadap parameter marshall pada lapis aspal beton (LASTON). Metode yang digunakan dengan cara (wet process) yaitu pencampuran secara langsung material plastik (Polyethylene Terepthalate) ke dalam aspal panas sesuai dengan suhu campuran berdasarkan parameter TAIT, kemudian ditambahkan aggregat. Perencanaan dan perhitungan terhadap Kadar Aspal Optimum (KAO) dilakukan terlebih dahulu dengan syarat memenuhi kaidah atau ketentuan sesuai Spesifikasi Bina Marga Umum 2010 sebelum nantinya digunakan pada campuran aspal dengan penambahan botol plastik. Variasi persentase kadar PET yang digunakan sebesar 3%, 4%, 5%, 6%, dan 7% dari berat aspal dengan penetrasi 60/70. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini diketahui komposisi campuran aspal plastik terhadap kadar aspal optimum pada jenis perkerasan AC-WC, karakteristik campuran kadar plastik pada jenis perkerasan AC-WC, dan perbandingan karakteristik jenis perkerasan AC-WC tanpa dan dengan menggunakan limbah plastik.