2019 : Pirolisa Kilat Katalitik (Catalytic Flash Pyrolysis) Asbuton Menjadi Bahan Bakar Cair Dengan Katalis Zeolite ZSM5

Prof.Ir. Ali Altway M.Sc
Dr.Ir. Susianto DEA.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Aspal Buton (Asbuton) adalah aspal alam yang terdapat di pulau Buton dan sekitarnya. Dengan jumlah deposit Asbuton yang mencapai 650 juta ton, menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil aspal alam terbesar di dunia. Selama ini asbuton hanya dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal, padahal bitumen dalam asbuton dapat berpotensi di cracking menjadi hidrokarbon (heavy oil) dan dapat menjadi suatu bahan bakar cair yang dapat digunakan untuk memenuhi permintaan bahan bakar. Dalam lingkup penelitian berbagai metode digunakan untuk memisahkan bitumen dari asbuton, yakni metode ekstraksi dengan pelarut organik dan modifikasi dari hot water process. Namun penelitian tentang konversi bitumen menjadi bahan bakar cair masih jarang dilakukan. Sehingga perlu dilakukan penelitian tentang proses cracking bitumen dari asbuton melalui proses pirolisis dengan menggunakan katalis zeolit ZSM5 (rasio Si/Al 25). Pada penelitian ini akan mempelajari pengaruh suhu pirolisis dan rasio katalis dengan Asbuton terhadap persentase konversi Asbuton. Pirolisis bitumen yang terkandung dalam asbuton dilakukan secara batch dalam reaktor pirolisis pada kondisi vakum dengan variable suhu pirolisis sebesar 350 degC, 400 degC, 450 degC, dan 500 degC. Zeolit ZSM5 (rasio Si/Al 25) sebagai katalis divariasi sebesar 5%, 7%, dan 9% dari berat feed asbuton. Feed asbuton sebanyak 200 gram dicampur dengan katalis sesuai perbandingan kemudian dimasukan ke dalam reaktor pirolisis. Heater dioperasikan sesuai suhu yang diinginkan kemudian di vakum dengan menggunakan pompa vakum. Gas yang terbentuk akan dialirkan melalui kondensor yang dijaga suhunya pada 25 degC. Gas yang terkondensasi (produk cair) akan tertampung dalam erlenmeyer, sedangkan gas yang tidak terkondensasi (produk gas) akan ditampung dalam kantong gas. Kemudian %yield produk masing-masing dianalisa.