2019 : Kajian Kinerja Cubluk dalam Menurunkan Senyawa Organik dan Total Coliform pada Limbah Domestik

Prof.Ir. Wahyono Hadi M.Sc Ph.D
Ir. Eddy Setiadi Soedjono Dipl.SE.M.Sc, Ph.D
Adhi Yuniarto ST.,MT.,Ph.D


Abstract

Air limbah yang bersumber dari rumah tangga merupakan buangan yang berasal dari pemukiman penduduk. Pada umumnya air limbah terdiri dari excreta (tinja dan air seni), air bekas cucian dapur dan kamar mandi, serta umumnya terdiri dari bahan-bahan organik. Air limbah domestik dibagi menjadi 2 berdasarkan asalnya, yaitu greywater dan blackwater. Greywater merupakan air limbah yang berasal dari kegiatan dapur, kamar mandi, dan mencuci sedangkan blackwater merupakan air limbah yang berasal dari toilet. Kota Surabaya merupakan salah satu kota dengan jumlah penduduk yang besar. Jumlah penduduk di Kota Surabaya mencapai 2.599.796 jiwa dengan persentase pertumbuhan penduduk mencapai 0,63%. Kecamatan Sukolilo merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dengan jumlah penduduk mencapai 113.664 jiwa Pengelolaan air limbah di Kecamatan Sukolilo saat ini masih menggunakan sistem pengolahan air limbah domestik setempat (SPALD-S). Sebagian besar masyarakat menggunakan cubluk atau tangki septik yang ditempatkan pada kapling rumah. Air limbah domestik yang diolah dalam tangki septik atau cubluk biasanya hanya blackwater saja. Sementara greywater akan dibuang ke saluran drainase terdekat. Pada penelitian ini, efektifitas pengolahan air limbah domestik menggunakan cubluk akan diteliti melalui penggunaan reaktor cubluk buatan. Sampel air limbah domestik akan diambil dari tangki sedot tinja di IPLT Keputih, sedangkan media tanah diambil dari daerah sekitar kampus ITS. Adapun parameter yang akan diuji, antara lain BOD, COD, dan total coliform. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini berupa tingkat penurunan senyawa organik dan total coliform dalam air limbah domestik serta hubungannya dengan kedalaman cubluk dan karakteristik tanah di sekitar cubluk.