2018 : DESAIN KONSEPTUAL PUSHER-BARGE UNTUK DISTRIBUSI BAHAN BAKAR MINYAK WILAYAH TERPENCIL

Ir. Tri Achmadi Ph.D
Dr.Eng. I Gusti Ngurah Sumanta Buana ST,M.Eng.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau ± 17.000 buah. Dari jumlah tersebut, terdapat 111 buah pulau terluar dan terdepan dengan 42 buah pulau diantaranya berpenduduk, (Keppres Nomor 6 Tahun 2017). Permasalahan utama di pulau-pulau terluar dan terdepan adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya adalah energi untuk menopang aktifitas, dimana bahan bakar minyak masih merupakan sumber energi utama bukan saja bagi masyarakat di pulau-pulau terluar, terdepan, namun seluruh masyarakat Indonesia. Mensuplai bahan bakar minyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pulau-pulau terluar dan terdepan, diperhadapkan pada masalah-masalah ekonomi maupun teknis. Secara ekonomi, kondisi masyarakat yang mendiami pulau-pulau terluar, terdepan, mempunyai tingkat pendapatan yang relatif rendah dengan dinamika ekonomi pada skala kecil. Hal ini menyebabkan tingkat konsumsi bahan bakar minyak relatif sedikit. Sedangkan secara teknis, dukungan infrastruktur dalam mendukung proses penyuplaian sangat minim. Armada kapal yang dipakai sebagai sarana angkutan utama bahan bakar minyak adalah kapal-kapal rakyat yang dibuat bukan secara khusus untuk mengangkut muatan cair. Kapal-kapal ini umumnya memiliki tipe dan dimensi relatif kecil, dengan perlengkapan keselamatan yang sangat minim. Tidak tersedianya fasilitas sandar kapal untuk melakukan bongkar muat sehingga proses bongkar muat bahan bakar dilakukan dengan cara kemasan drum dibuang ke laut untuk selanjutnya didorong ke darat. Hal lain adalah kondisi geografis wilayah serta pengaruh cuaca, tingginya gelombang laut pada musim tertentu sangat mempengaruhi aktifitas transport. Kendala-kendala ini yang kemudian menyebabkan proses distribusi bahan bakar minyak tidak lancar dan terjadinya kelangkaan persediaan, bahkan terjadi kekosongan yang tentunya memicu lonjakan harga bahan bakar minyak 50 - 300% dari harga normal. Riset ini dilakukan untuk menyediakan sarana angkutan yang handal dengan pola operasi yang terencana dengan baik yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan karakteristik wilayah kepulauan. Pusher-Barge sebagai salah satu model pengangkutan yang ditawarkan yang diharapkan mampu untuk menjawab persoalan distribusi bahan bakar minyak di wilayah pulau terpencil. Jenis Pusher-Barge ini memiliki beberapa keunggulan antara lain; tinggi sarat (draft) yang rendah sehingga memudahkan proses bongkar muat di tepi pantai, daya muat yang cukup besar untuk melayani beberapa pulau sekaligus, dan secara teknis alat ini dapat di desain untuk beberapa jenis muatan.