2019 : ANALISIS NUMERIK RESPON GERAK DAN KEKUATAN STRUKTUR OFFSHORE AQUCULTURE “OCEAN FARM-ITS�

Dr.Eng. Shade Rahmawati ST., MT.
Raditya Danu Riyanto ST., MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia memiliki potensi perikanan yang luar biasa karena memiliki wilayah laut yang sangat luas. Penangkapan ikan di laut sudah sangat lazim digunakan oleh masyarakat nelayan secara tradisional maupun oleh pengusaha dengan cara modern. Saat ini banyak wilayah laut Indonesia yang mengalami penangkapan ikan berlebih (over fishing) sehingga hasil tangkapan menjadi menurun serta bisa mengakibatkan kepunahan spesies ikan tertentu. Perubahan iklim global yang menyebabkan cuaca menjadi tidak menentu, mengakibatkan hasil tangkap nelayan juga menjadi tidak menentu. Solusi yang masuk akal untuk permasalahan tersebut adalah dengan upaya budidaya (aquaculture) ikan di laut yang disebut juga dengan mariculture. Saat ini, di Indonesia telah dikembangkan mariculture di beberapa daerah yang memiliki wilayah pantai. Sistem mariculture di wilayah pantai mengalami masalah lingkungan karena pencemaran akibat sisa pakan dan kotoran dari ikan yang dibudidaya. Masalah ini terjadi di Indonesia dan juga di negara-negara lain yang mengembangkan sistem budidaya serupa. Di negara-negara maju masalah lingkungan tersebut sangat diperhatikan sehingga mendorong industri budidaya ikan bergeser ke wilayah lepas pantai (offshore aquaculture). Budidaya ikan di daerah lepas pantai ini merupakan jenis budidaya ikan yang masih belum banyak berkembang di Indonesia, padahal memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Untuk itu perlu kajian yang intensif, dimulai dari studi beberapa jenis model Kerambah Jaring Apung – KJA lepas pantai (offshore floating cage) yang telah dikembangkan di negara-negara maju, yaitu jenis model SeaStation, Farmocean dan Collar Cage. Selama empat tahun terakhir, Pusat Studi Kelautan ITS secara intensif melakukan penelitian untuk menentukan desain KJA lepas pantai yang cocok untuk kondisi operasi di wilayah perairan di Indonesia. Dalam perkembangannya, telah dipilih satu desain yang akan menjadi pilot project untuk difabrikasi dan ditinjau kondisi operasinya lapangan. Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan crew maupun pengunjung pada KJA lepas pantai ini, perlu ditinjau olah gerak dan respon struktur secara realtime di lapangan dengan pemasangan strain gauge untuk mengetahui tegangan struktur dan accelerometer untuk mengetahi respon struktur pada gelombang acak pada saat kondisi operasi. Pemasangan dua device tersebut didahului dengan studi untuk menentukan lokasi yang paling signifikan dalam pengukuran melalui analisa numerik. Hasil pengukuran akan diolah untuk dapat dijadikan baseline optimalisasi desain KJA lepas pantai. Hasil akhir yang akan diperoleh adalah modifikasi model prototype inovasi KJA lepas pantai (Ocean Farm-ITS) yang sudah dioptimalkan secara respon olah gerak dan respon struktur dengan kondisi perairan laut terbuka di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian pendukung untuk memperkirakan lokasi pemasangan alat ukur yang paling optimal. Kata Kunci : aquaculture, KJA lepas pantai, Ocean Farm-ITS