2019 : Studi Kemagnetan Oksida Grafena Tereduksi (rGO)-Hasil Sintesis dari Tempurung Kelapa

Prof. Dr. Drs. Darminto M.Sc
Fahmi Astuti S.Si, M.Si
Retno Asih S.Si., M.Si.,Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Usulan penelitian ini mendukung riset tentang sains material dan nanoteknologi sesuai dengan Rencana Strategis (RENSTRA) Penelitian PS. SM & nt, LPPM, ITS, tahun 2016-2020 terkait dengan “grafit dan grafena�serta “material untuk aplikasi elektronik dan magnetik.�Material yang diteliti dalam riset ini adalah oksida grafena tereduksi (reduced graphene oxide/ rGO) yang disintesis dari biomassa berupa tempurung kelapa. Penelitian ini mencoba untuk menyelidiki lebih lanjut terkait mekanisme kemagnetan yang diinduksi oleh cacat (defect-induced-magnetism) pada rGO. rGO merupakan salah satu senyawa turunan grafena yang memiliki sifat magnetik karena keberadaan cacat pada lapisannya, sehingga rGO merupakan senyawa ideal untuk meningkatkan kemagnetan dari grafena yang bersifat diamagnetik. Dalam penelitian ini, perilaku kemagnetan rGO akan dipelajari secara lebih mendalam baik secara keseluruhan (bulk measurement) dengan mengamati histeresis magnetik menggunakan magnetometer (VSM/ SQUID) maupun secara lokal (local magnetization) dengan menggunakan spektroskopi muon muon (muSR) dan neutron (SANS). Penelitian ini kedepannya diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasi potensial dari rGO sebagai material magnetik molekular, material penyerap gelombang mikro, superkapasitor dan material penyimpan energi. Sintesis rGO dari tempurung kelapa dilakukan melalui proses reduksi termal (pemanasan) dan eksfoliasi mekanik sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam penelitian ini, medium eksfoliasi akan divariasikan yaitu dengan menggunakan akuades, larutan HCl dan H2SO4 untuk mendapatkan rGO dengan lapisan yang lebih tipis. Sifat termal, fisis dan struktur rGO, termasuk gugus fungsional dan konsentrasi cacat, akan dievaluasi menggunakan DTA/TGA, XRD, SEM/TEM, FTIR dan spektroskopi Raman. Selain kolaborasi antar laboratorium di ITS, studi ini juga membuka kesempatan kolaborasi dengan institusi lain baik di dalam maupun di luar negeri, termasuk BATAN untuk pengukuran SANS dan RIKEN-RAL (Jepang) untuk pengukuran muSR.