2018 : PERANCANGAN MODEL DAN PENGUKURAN PRODUKTIVITAS ORGANISASI DI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS) SURABAYA

Dr.Ir. Sri Gunani Partiwi M.T.
Arief Rahman ST., M.Sc
Naning Aranti Wessiani S.T., M.M.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Perubahan status Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) mendorong ITS untuk melakukan perubahan desain dan struktur organisasinya. Perubahan ini telah berlangsung setidaknya dalam waktu 1 (satu) tahun. Perubahan yang terjadi atas organisasi ini tentunya perlu diukur keberhasilannya dan sejauh mana dampaknya terhadap kinerja ITS. Walaupun telah ada pengukuran kinerja organisasi ITS yang didasarkan atas keberhasilan ITS memenuhi target kinerja yang ditetapkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, akan tetapi ukuran tersebut belum cukup untuk menyediakan hasil evaluasi yang menyeluruh atas keberhasilan organisasi secara total. Salah satu ukuran yang juga cukup penting dalam melakukan evaluasi organisasi adalah Pengukuran Produktivitas Organisasi. Melalui pengukuran produktivitas organisasi ini dapat diketahui seberapa besar tingkat produktivitas ITS di dalam menggunakan dan mengalokasikan sumber daya yang dimiliki untuk mencapai target output yang ditetapkan. Model produktivitas yang akan dibangun juga memungkinkan manajemen ITS untuk melakukan benchmark dengan Perguruan Tinggi (PT) lain, khususnya PT yang juga telah berstatus PTNBH. Model ini pun bisa dimanfaatkan untuk melakukan perbandingan tingkat produktivitas antar tahun, sehingga bisa diketahui apakah produktivitas organisasi ITS tumbuh secara positif ataukah tidak. Pendekatan yang digunakan di dalam membangun model dan mengukur produktivitas organisasi didasarkan atas model Data Envelopment Analysis (DEA). Model produktivitas yang dikembangkan akan mencakup model produktivitas unit Departemen, unit Non Departemen, dan ITS. Dengan mengembangkan model dan mengukur produktivitas ke masing-masing tingkatan unit kerja tersebut maka dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi produktivitas di tiap tingkatan unit dan sebagai bahan untuk menyusun tindakan perbaikkan di kedepannya.