2019 : Pengembangan Material Komposit Serat Nanas sebagai Desain Produk Furnitur

Andhika Estiyono ST., MT.


Abstract

Indonesia adalah produsen nanas terbesar keenam di dunia. Berdasarkan data dari portal perdagangan India, tercatat bahwa area perkebunan nanas di Indonesia adalah 20ha dengan produksi nanas sebesar 1390, 38 ton dalam setahun (2010-2011). Tanaman nanas harus ditanam kembali setiap 3 bulan, sehingga jumlah limbah daun nanas melimpah. Limbah nanas ini diolah menjadi serat melalui proses ekstraksi. Serat-serat ini dimanfaatkan sebagai bahan utama produk fashion, apparel, dan komponen otomotif di Indonesia. Namun bisnis ini semakin menurun dalam 3 tahun terakhir. Harga jual produk kerajinan serat daun nanas tidak bisa maksimal karena kurangnya eksplorasi nilai estetika dan kekuatan. Berdasarkan fakta tersebut, penulis memulai penelitian dengan wawancara mendalam dan survei kepada petani nanas dan pengrajin, diikuti dengan studi perlakuan material kemudian menciptakan moodboard dan menginvestegasi calon konsumen melalui analisis aktivitas, persona, segmentasi pasar dan market positioning. Penelitian ini tidak hanya merupakan wacana pelestarian bisnis lokal di Indonesia, tetapi juga memberikan beberapa solusi alternatif untuk mengoptimalkan kekuatan, nilai estetika dan ekonomi dari daun nanas. Ini menerapkan konsep rustic dalam produk furnitur dengan mengekspos karakteristik material. Kami juga merancang alat khusus untuk mengoptimalkan kualitas proses memilin dan menganyam.