2019 : Investigasi Energi Panas Bumi (Geothermal) Menggunakan Metode Electrical Resistivity Tomography (ERT) Sebagai Sumber Energi Alternatif Untuk Memenuhi Kebutuhan Energi Listrik Bagi Masyarakat di Jawa Timur

Prof.Dr. Bagus Jaya Santosa
Eko Minarto S.Si, M.Si
Faridawati S.Si., M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Energi panas bumi (geothermal) sebagai salah satu energi alternative terbaharukan masih belum banyak dikenal di masyarakat. Masyarakat lebih populer dengan istilah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) atau pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Padahal seperti yang kita ketahui wilayah geografis negara Indonesia yang memiliki banyak pegunungan aktif sangat berpotensi besar untuk mengembangkan energi alternatif panas bumi, setelah negara Amerika dan Filipina. Di Indonesia terdapat 217 prospek panas bumi, yaitu di sepanjang jalur vulkanik mulai dari bagian Barat Sumatera, Maluku, terus ke Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan kemudian membelok ke arah utara melalui Maluku dan Sulawesi. Dengan rincian 84 prospek di Sumatera, 76 prospek di Jawa, 51 prospek di Sulawesi, 21 prospek di Nusa Tenggara, 3 prospek di Irian, 15 prospek di Maluku dan 5 prospek di Kalimantan. Potensi panas bumi di Jawa Timur mempunyai kontribusi yang sangat besar, diperkirakan menghasilkan energi sebesar 1.206 megawatt listrik atau MWe. Potensi panas bumi tersebar di Gunung Welirang, Gunung Wilis, Gunung Ijen, Gunung Bromo, Gunung Semeru, dan sejumlah gunung lain di Jawa Timur. Namun, sejauh ini pemanfaatan energi panas bumi di Jawa Timur belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan investigasi terhadap energi panas bumi yang ada di wilayah Jawa Timur tepatnya terletak di daerah Songgoriti Malang Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode resistivitas dengan menggunakan metode Electrical Resistivity Tomography, untuk mengidentifikasi potensi sumber panas bumi (geothermal), khususnya di wilayah Jawa Timur yang merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar sumber panas bumi di Indonesia. Metode ini merupakan metode survei geofisika aktif yang mempelajari sifat kelistrikan bumi baik secara vertikal maupun horizontal menggunakan arus listrik yang diinjeksikan ke dalam bumi. Dengan menggunakan metode resistivity memungkinkan untuk memetakan daerah potensi sumber panas bumi (geothermal) berdasarkan parameter fisis berdasarkan sifat kelistrikan batuannya.