2019 : PROFIL PROTEIN DAN EKSPRESI SELULER SEL KANKER HepG2 PADA UJI ANTIKANKER SENYAWA TRISINDOLINA JALUR APOPTOSIS

Dr. Awik Puji Dyah Nurhayati S.Si., M.Si
Noor Nailis Sa adah S.Si., M.Sc.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kanker merupakan penyebab kematian keempat setelah stroke, hipertensi dan diabetes. Pengobatan kanker umumnya menggunakan kemoterapi namun menimbulkan efek samping karena kemoterapi tidak spesifik membunuh sel kanker tetapi juga membunuh sel normal. Setiap jenis kanker memiliki kharakteristik yang berbeda sehingga perlu dilakukan pengembangan obat kanker yang spesifik. Usaha pencarian obat baru dari bahan alam untuk antikanker masih terus dilakukan. Senyawa derivat dari bahan alam mempunyai target bioaktif yang spesifik dan mempunyai efek samping yang rendah. Spons merupakan sumber metabolit sekunder paling banyak memiliki struktur baru dan unik yang tidak ditemukan pada organisme terestrial. Cinachyrella anomala merupakan spons dari laut yang memiliki senyawa metabolit sekunder senyawa alkaloid dengan nama struktur 4,9 triaza tricyclo[7,3,1,0]trideca-3,5(13),10-trien-8-ol. Senyawa ini berperan dalam menghambat proliferasi dan induksi siklus sel pada fase sub-G1 dan fase G2/M juga berperan sebagai inhibitor CDK2 yang menghambat progres siklus sel pada fase G1 menuju ke fase S. Sel yang terganggu pada saat fase mid-G1 dapat menghambat adanya cek point G1. Hasil uji sitotoksisik terhadap sel kanker T47D menunjukkan aktivitas sitotoksisik yang rendah, tetapi mampu menginduksi apoptosis dan arrest siklus. Sehingga berpotensi dikembangkan menjadi obat kanker melalui jalur apoptosis. Kendala dalam pengembangan obat dari bahan alam adalah kuantitas dan keberlanjutannya, sehingga perlu dilakukan strategi pencarian obat kanker yang tepat. Trisindolina 1, senyawa alami yang mempunyai aktivitas antikanker merupakan antibiotik kelompok indole primer yang diisolasi dari kultur bakteri Vibrio sp yang bersimbiosis dengan spons Hyrtios altum yang tumbuh di Okinawa, jepang. Trisindolina 1 ( 3,3’-Di(indol-3-il)indolin-2-ona) menunjukkan efek sitotoksik sel kanker sel kanker payudara MCF-7 pada IC50 2.059 µM. Mekanisme molekuler yang terlibat dalam induksi apoptosis dengan menggunakan trisindolina dalam melawan kanker hati manusia HepG2 dan kanker payudara MCF-7. Dalam penelitian ini, paradigma baru untuk pengobatan kanker berkembang dengan mengidentifikasi target secara molekuler (Ekspresi gen cyclin D1, p53, caspase -3 Bcl 2, dan sitokrom c) pada berbagai tahapan karsinogenesis. Kata kunci: Trisindolina 1, sel kanker T47D, MCF-7, HepG2, antikanker, apoptosis