2017 : DEVELOPMENT OF NATURAL RESOURCES: STUDY ON THE AROMA PROFILES OF NATIVE AND UNIQUE ODOR PLANTS\n

Prof. Dr. Taslim Ersam MS.
Prof.Dr. Mardi Santoso
Sri Fatmawati S.Si., M.Sc., Ph.D.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia sebagai negara mega biodiversiti terbesar kedua setelah Brazil berlimpah dengan tanaman penghasil minyak atsiri. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia pada tahun 2010 akan tetapi melaporkan hanya terdapat 40 jenis minyak atsiri yang diproduksi, dan hanya 12 jenis diproduksi dalam skala industri: minyak nilam, akar wangi, kenanga, kayu putih, sereh dapur, cengkeh, cendana, pala, kayu manis, kemukus, dan lada dengan nilai ekspor US$ 124 juta. Indonesia dan China merupakan penghasil utama minyak sereh dan nilam, dan bersama Madagaskar sebagai penghasil utama minyak daun Cengkeh. Benzoin (kemenyan) dan galangal (lengkuas) merupakan dua jenis tanaman asli Indonesia yang sangat berpotensi dikembangkan minyak atsirinya. Sehubungan dengan hal tersebut dan selaras dengan fokus dari Pusat Studi Material, Sains dan Nanoteknologi maupun Laboratorium Kimia Bahan Alam dan Sintesis Departemen Kimia perihal pemberdayaan sumber daya alam lokal, maka penelitian yang diusulkan bertujuan untuk mengungkap profil aroma kemenyan dan lengkuas. Penelitian juga bertujuan untuk mengungkap senyawa kunci dan atau senyawa baru yang menentukan aroma kemenyan dan lengkuas. Penelitian diawali dengan pengambilan dan pengeringan sampel yang akan dimbil dari Kebun Raya Purwodadi LIPI atau petani penghasil kemenyan dan lengkuas. Sampel dalam keadaan basah maupun kering selanjutnya didistilasi sehingga diperoleh minyak atsiri, dan diekstrak sehingga diperoleh ekstrak. Minyak dan ekstrak yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan kromatografi gas-spektrometer massa (GC-MS), kromatografi gas-olfaktometri (GC-O), dan spektrometer NMR (1H dan 13C). Minyak atsiri dan ekstrak kemudian didistilasi fraksinasi; fraksi-fraksi yang diperoleh kemudian dianalisis dengan kromatografi gas-spektrometer massa (GC-MS), kromatografi gas-olfaktometri (GC-O). Fraksi dengan aroma yang sangat menyerupai sampel selanjutnya dikromatografi untuk mendapatkan senyawa kunci dan atau senyawa baru yang paling menentukan aroma. Penentuan struktur senyawa kunci dan atau senyawa baru dilakukan dengan spectrometer massa, infra merah, nuclear magnetic resonance (1D NMR, 2D H,H-COSY; C-H-COSY; HMBC). Aroma senyawa kunci dan atau senyawa baru dilakukan dengan GC-O. Evaluasi sensori terhadap sampel tanaman, minyak atsiri, ekstrak, hasil distilasi fraksinasi, dan hasil kromatografi dilakukan oleh panelis terlatih dan tidak terlatih. Data yang diperoleh selanjutnya dimanfaatkan untuk pengontrolan mutu (quality control) kedua komoditas ketika dimanfaatkan dalam industri parfum dan makanan.