2019 : PENGEMBANGAN METODE KRAFT DENGAN PENGARUH KONDISI COOKING DAN OXYGEN DELIGNIFICATION PADA PISANG ABAKA (Musa textilis)

Prof. Dr. Ir. Achmad Roesyadi M.Sc
Firman Kurniawansyah ST, M.Eng.Sc, Ph.D
Hikmatun Nimah S.T., M.Sc.Ph.D


Abstract

Sejalan dengan perkembangan industri pulp dan kertas, kebutuhan akan bahan baku pulp juga meningkat. Bahan baku pulp umumnya berasal dari tanaman kayu lebar dan tanaman kayu berdaun jarum. Untuk saat ini Eucalyptus Pellita berumur 5 tahun merupakan bahan baku digunakan untuk pembuatan pulp di Indonesia. Permasalahan dilapangan adalah daur tanam kedua kayu ini yang masih dianggap terlalu panjang sehingga perlu dikembangkan bahan baku alternatif lain yang memiliki karakteristik serat yang mirip dengan daur tanam yang lebih pendek. Salah satu alternatif bahan baku yang bisa digunakan adalah serat pisang abaka (Musa textilis). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh proses oksigen delignifikasi Musa textilis pada metode kraft terhadap kualitas limbah cair dan penurunan lignin. Proses pulping ini menggunakan proses kraft dengan delignifikasi oksigen. Penelitian ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama diawali dengan membuat pulp menggunakan metode kraft, chip dan serat dimasukkan digester dan ditambahkan white liquor yang berperan untuk memisahkan dan melarutkan lignin yang terikat bersama serat-serat dalam kayu. Digester ditutup dan mulai dilakukan proses cooking dengan menyalakan digester hingga suhu dan waktu yang sudah ditentukan untuk proses pulping. Setelah waktu reaksi, sisa bahan kimia di titrasi dengan menggunakan pottasium Permanganat atau yang sering disebut dengan metode penentuan kappa number. Parameter lain yang sering digunakan untuk mengukur kualitas pulp adalah viskositas pulp. Viskositas menunjukkan derajat polimerisasi molekul selulosa pulp. Tahap kedua adalah dilakukan penurunan kappa number dan lignin dengan proses delignifikasi oksigen. Tujuan dari proses delignifikasi yaitu untuk menghilangkan lignin, juga dapat mengurangi kristalinitas selulosa, dan meningkatkan porositas bahan. Oksigen delignifikasi diharapkan menghemat bahan-bahan kimia di tahap pemutihan dan dalam waktu yang bersamaan dapat menurunkan dampak terhadap lingkungan. Proses oksigen delignifikasi dilakukan dalam reaktor batch dimana digunakan white liquor dengan suhu operasi (85-90oC) dan waktu yang divariasikan. Kemudian produk dianalisa kappa number, viskositas, dan kecerahan. Air pada proses washing kemudian dianalisa dengan Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD). Penelitian ini juga diharapkan akan menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal internasional terindeks Scopus atau Thomson Reuther.