2018 : EKSTRAKSI UNSAPONIFIABLE MATTER (ï?-ORYZANOL) DAN MINYAK YANG TIDAK BEREAKSI DARI BIODIESEL BERBASIS MINYAK DEDAK PADI MENGGUNAKAN DEEP EUTECTIC SOLVENT (DES)

Prof. Dr.Ir. M.Rachimoellah Dip.EST
Siti Zullaikah ST.,MT.,Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Minyak dedak padi adalah bahan baku potensial untuk produksi biodiesel. Salah satu metode yang ekonomis dan ramah lingkungan untuk konversi minyak dedak padi menjadi biodiesel adalah menggunakan metode in situ dan tanpa katalis dalam campuran air dan methanol subkritis. Namun biodiesel berbasis minyak dedak padi yang dihasilkan masih mengandung impurities (pengotor) seperti unsaponifable matter (ï?-oryzanol) dan minyak yang tidak bereaksi. Kehadiran impurities yang terkandung dalam biodiesel dapat menurunkan kualitas biodiesel yang dihasilkan. Padahal, unsaponifable matter (ï?-oryzanol) yang merupakan salah satu pengotor dalam biodiesel mempunyai banyak manfaat dibidang kesehatan, makanan dan kosmetik. Unsaponifable matter (ï?-oryzanol) yang telah dipisahkan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dibanding biodiesel. Unsaponifable matter ï?-oryzanol) adalah senyawa yang memiliki sifat antioksidan yang lebih baik pada suhu tinggi dibanding ï?-tocopherol (Vit. E). Oleh karena itu, unsaponifiable matter (ï?-oryzanol) perlu dipisahkan dari biodiesel berbasis minyak dedak padi. Salah satu cara ekonomis dan ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk memisahkannya dari biodiesel berbasis minyak dedak padi adalah ekstraksi cair-cair (liquid-liquid extraction, LLE). Cairan ionik (Ionic Liquids) merupakan salah satu pelarut yang telah menarik perhatian karena polaritasnya bisa diatur dan dapat diaplikasikan dalam berbagai macam proses, salah satunya adalah ekstraksi cair-cair (LLE). Walaupun banyak memberikan keuntungan, sintesa cairan ionik cukup sulit, menggunkan bahan baku yang mahal, dan sifatnya yang beracun. Oleh karena itu, untuk menutupi kekurangan dari cairan ionik maka pada penelitian yang diusulkan akan digunakan deep eutectic solvent (DES) berbasis choline chloride sebagai pelarut yang lebih murah dan ramah lingkungan dengan sifat-sifat seperti cairan ionik, untuk memisahkan unsaponifable matter (ï?-oryzanol) dan minyak yang tidak bereaksi seperti triglycerids (TG), diglycerides (DG), monoglycerides (MG) dan free fatty acids (FFA) dari biodiesel berbasis minyak dedak padi. Faktor-faktor yang akan dipelajari dalam LLE menggunakan DES yaitu pengaruh rasio komponen penyusun DES (choline chloride: ethylene glycol: 1:1,5 , 1:2, 1:2,5 , 1:3, 1:4, dan 1:5) terhadap pemisahan dan efisien ekstraksi unsaponifiable matter (ï?-oryzanol) dan minyak yang tidak bereaksi (TG, DG, MG dan FFA) dalam biodiesel berbasis minyak dedak padi.