2019 : KONSEP PENATAAN KAWASAN SEKITAR MAKAM SUNAN KUDUS SEBAGAI WISATA RELIGI

Dr. Ing. Ir. Haryo Sulistyarso
Ir. Putu Rudy Satiawan M.Sc.
Dr. Ir. Eko Budi Santoso Lic.rer.reg.
Putu Gde Ariastita ST. MT.
Karina Pradinie Tucunan S.T., M.Eng.


Abstract

Keberadaan peninggalan bersejarah pada suatu kawasan mencerminkan akan kisah sejarah, tata hidup, budaya dan beradaban suatu masyarakat di kawasan tersebut, selain itu juga dapat menunjukkan menunjukkan jati diri, karakter dan identitas kawasan tersebut (Nurini, 2011). Seperti halnya pada Kota Kudus yang menjadi salah satu pusat perkembangan Islam di Pulau Jawa. Kota Lama Kudus menjadi pusat perkembangan kota pada zaman kejayaan Sunan Kudus dan berpusat pada Masjid Menara Kudus dan terdapat kompleks makan Sunan Kudus disebelah baratnya. Disekitar area Masjid Menara Kudus dan Makan Sunan Kudus terdapat permukiman tradisional kudus yang memiliki pagar-pagar tembok yang tinggi dan berbentu tradisional serta kolonial. Rumah-rumah di kawasan tersebut sebagian besar berupa bangunan lama dan beberapa diantaranya berumur lebih dari 100 tahun. Kawasan permukiman pada kawasan pusat Kota lama Kudus ini mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi atraksi wisata, akan tetapi saat ini belum ada upaya pelestarian kawasan permukiman tersebut berdasarkan karakteristiknya sebagai kawasan penyebaran agama Islam. Sehingga, saat ini pengembangan wisata yang ada di Kota Lama Kudus masih terbatas pada Masjid Menara Kudus dan Makam Sunan Kudus, sedangkan kawasan permukiman disekitarnya belum terintegrasi dalam pengembangan wisata budaya. Dalam RTRW Kabupaten Kudus Tahun 2012-2032 ditetapkan kawasan peruntukan pariwisata budaya salah satunya adalah Kawasan Makam Sunan Kudus. Selain itu, dalam RTRW Kabupaten Kudus Tahun 2012-2032 juga ditetapkan kawasan startegis sosial budaya salah satunya adalah kawasan permukiman perkotaan disekitar Menara Masjid Kudus. Perwujudan kawasan startegis tersebut dapat dilakukan melalui program prioritas berupa pengaturan zonasi untuk kawasan cagar budaya dan kawasan startegis sosial budaya dengan adanya penataan dan pengaturan terkait dengan integrasi wisata Kawasan Makan Sunan Kudus dan Kawasan Permukiman Perkotaan disekitar Menara Kudus sebagai wisata religi. Metode yang digunakan dalam penyusunan konsep penataan kawasan di sekitar Makam Sunan Kudus sebagai wisata religi adalah content social media untuk mengidentifikasi potensi –potensi tempat wisata di sekitar Makam Sunan Kudus, Walkthrough analysis dan kuesioner kepada pengunjung untuk mengetahui karakteristik kegiatan di kawasan sekitar Makam Sunan Kudus dan analisis deskriptif kualitatif untuk merumuskan konsep penataan kawasan di sekitar Makam Sunan Kudus sebagai wisata religi. Kata Kunci: Penataan Kawasan, Urban Heritage, Wisata Religi