2019 : PERENCANAAN SISTEM PENGUMPAN UNTUK KAPAL TOL LAUT DI KAWASAN INDONESIA TIMUR

Dr.Eng. I Gusti Ngurah Sumanta Buana ST,M.Eng.
Achmad Mustakim S.T., M.T., MBA

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sebagai salah satu bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kawasan Indonesia Timur (KIT) terdiri dari 6.090 pulau besar dan kecil yang tersebar di 4 (empat) provinsi yaitu Maluku, Maluku Utara, Irian Jaya Barat dan Papua. Luas daratan kawasan ini meliputi 27,99% wilayah NKRI, tetapi berpenduduk hanya 2,59% dari total jumlah penduduk Indonesia. Kondisi geografis dan demografis seperti ini berdampak pada tingginya harga komoditas pokok bila dibandingkan dengan Kawasan Indonesia Barat (KIB). Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah telah meluncurkan program "Tol Laut". Setelah berjalan lebih dari 4 (empat) tahun, ada beberapa upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja program tersebut, seperti dengan menambah/merevisi rute serta dengan mengadakan sentra logistik. Namun upaya ini belum sepenuhnya dapat mengurangi disparitas harga di kawasan ini secara signifikan. (Buana, Nugroho, Hadi, & Yunianto, 2017) menemukan bahwa Program Tol Laut mengakibatkan peningkatan volume muatan yang dibongkar serta jumlah kapal yang singgah di Pelabuhan Ambon. Hal ini menunjukkan bahwa muatan dalam bentuk peti kemas tersebut masih terkonsentrasi di pelabuhan besar. Berdasarkan hasil studi tersebut, upaya peningkatan kinerja angkutan laut sebagai pendukung dapat dilakukan dengan merancang pola operasi kapal pengumpan di suatu kawasan kepulauan untuk dapat mendukung program Tol Laut. Hal itu dapat dilakukan dengan mengoptimalkan integrasi antara beberapa jenis kapal pengumpan yang berfungsi untuk mendistribusikan muatan ke (serta mengangkut muatan balik dari) beberapa pulau yang ada di sekitar sentra logistik. Untuk dapat mengetahui potensi aktual jumlah muatan dari masing-masing pelabuhan maka perlu dilakukan survei secara terstruktur dan detail sehingga benar-benar dapat dipergunakan sebagai acuan yang dipercaya untuk perhitungan total permintaan pengiriman komoditi. Identifikasi pola operasi kapal pengumpan yang ada sangat penting untuk mengetahui kinerja kapal-kapal yang berfungsi untuk mengangkut muatan untuk/dari pulau-pulau kecil. Terdapat beberapa jenis kapal yang dapat berfungsi sebagai kapal pengumpan seperti kapal ferry roro, kapal penumpang barang, kapal perintis maupun kapal pelra. Masing-masing kapal ini memiliki lintasan rute yang berbeda, namun pada beberapa titik pelabuhan akan bersinggungan dan hal ini dapat dipergunakan untuk mendukung pengiriman muatan melalui program Tol laut. Konsep muatan yang dikemas (unitized cargo) dapat dipakai sehingga proses pengirimannya dapat dilakukan dengan menggunakan beragam jenis kapal yang tersedia tersebut.