2020 : PENGARUH PENGGUNAAN BIODIESEL B30 DARI MINYAK KELAPA SAWIT TERHADAP DEGRADASI MINYAK PELUMAS DAN KEAUSAN PADA KOMPONEN MESIN PENGGERAK KAPAL IKAN (LANJUTAN)

Beny Cahyono ST.,MT.

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Diketahui secara umum bahwa uji durability yang dilakukan oleh engine manufacture menggunakan bahan bakar yang lazim dipakai (antar lain: solar, bensin). Dengan diproduksinya biosolar (B20) oleh Pertamina dan kemungkinan tahun depan di tingkatkan menjadi B30 yang merupakan bahan bakar alternatif diperkirakan belum ada pengujian durability dengan menggunakan bahan bakar tersebut untuk sistem penggerak di kapal. Pengujian ini bertujuan untuk memperoleh masukan durability engine. Dalam melakukan pengujian durability ada dua cara yang digunakan. Pertama pengujian laboratorium dengan menggunakan engine test bed atau chasis dinamometer. Pengujian laboratorium menggunakan engine test bed atau chasis dinamometer mengikuti prosedur yang diberikan oleh Engine Manufacture Association (EMA). Kedua adalah on road durability test. Penelitian ini menggunakan metode engine test bed, dimana engine diujikan menggunkan bahan bakar solar dan biosolar (B20 dan B30). Masing-masing bahan bakar melalui serangkaian pengujian pada beban yang telah diatur selama 100 jam. Variabel yang digunakan sebagai penilaian adalah banyaknya deposit pada komponen engin (permukaan piston, leher katup, dan cylinder head). Variabel ketahanan lain adalah analisa properti pelumas yang dipergunakan pada dua kondisi pengujian secara fisika dan kimiawi, serta kondisi fisik dari komponen metal jalan.