2020 : STUDI INTEGRASI GROUND PENETRATING RADAR (GPR) DAN GEOLISTRIK UNTUK MENGETAHUI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN SITUS ARKEOLOGI JOMBANG

Dr.Ir. Amien Widodo M.Si.
Dr. Dwa Desa Warnana S.Si., M.Si
Juan Pandu Gya Nur Rochman S.Si., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kabupaten Jombang-Trowulan merupakan daerah yang banyak ditemukan peninggalan zaman klasik, mulai dari candi, prasasti, hingga mata air. Hal ini karena kawasan Jombang-Trowulan merupakan pusat pemerintahan kerajaan-kerajaan zaman klasik, salah satunya yaitu Kerajaan Majapahit. Baru-baru ini telah ditemukan dua situs arkeologi di bagian selatan Kabupaten Jombang, yaitu Situs Petirtaan Sumberbeji dan Situs Candi Kedaton Diwek. Kedua situs ini hanya berjarak 3 km, dimana situs petirtaan berada di Kecamatan Ngoro sementara situs kedaton berlokasi di Kecamatan Diwek. Kedua situs ditemukan oleh masyarakat setempat secara tidak sengaja pada pertengahan tahun 2019 dalam kondisi sebagian besar bagiannya tertimbun oleh lapisan endapan lahar. Investigasi struktur bawah permukaan kedua situs akan dilakukan dengan metode Ground Penetrating Radar (GPR) dan Geolistrik (Resistivitas). Pengukuran GPR akan dilakukan dengan 21 lintasan berbentuk grid (NW-SE, NE-SW) berluasan 0.5 km2 di situs kedaton. Pengukuran Geolistrik Resistivitas akan dilakukan menggunakan 6 lintasan berarah S-N dan W-E dengan konfigurasi lintasan Wenner-Alpha di situs petirtaan. Keluaran yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah: (1) Model geometri 3D struktur bawah permukaan situs arkeologi Jombang dan (2) Sebaran luasan struktur arkeologi Jombang Kata kunci: arkeologi, GPR, permitivitas dielektrik, Resistivitas, Wenner-Alpha