2019 : Sistem deteksi halal untuk membedakan berbagai jenis daging hewan konsumsi

Prof.Dr.rer.nat. Fredy Kurniawan S.Si., M.Si

Year

2019

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Beberapa tahun terakhir, kasus daging oplosan semakin banyak terjadi di Indonesia. Kasus yang terjadi adalah pencampuran pada daging konsumsi seperti kambing, sapi, ayam, babi, dll. Hal ini tentu membuat keresahan pada masyarakat Indonesia, terutama komunitas Muslim. Muslim di Indonesia saat ini sekitar 85% dari total penduduk. Oleh karena itu, sangat diperlukan suatu teknologi yang dapat membedakan berbagai jenis daging hewan tersebut. Cara sederhana untuk membedakan masing-masing daging adalah secara organoleptik yaitu pengamatan secara fisik berdasarkan indera manusia. Cara ini sangat bergantung pada pengamatan subjektif sehingga kurang efektif dan kurang akurat. Kondisi ini semakin parah apabila mendekati hari-hari besar, dimana permintaan daging meningkat dan jumlah yang diperjualbelikan juga semakin besar. Kondisi tersebut sangat tidak memungkinkan untuk dilakukan cara organoleptik dalam membedakan daging kambing murni dengan daging kambing oplosan. Perkembangan teknologi yang ada dapat digunakan untuk proses identifikasi yang lebih akurat dan efektif. Biomarka pada daging yang dapat diteliti untuk proses identifikasi daging oplosan adalah darah dan minyak. Darah merupakan salah satu komponen penting yang memiliki karakteristik khusus sehingga tidak mudah hilang. Komponen darah inilah yang biasanya digunakan dalam bidang forensik karena spefisik. Karakteristik yang khas dari darah dapat dijadikan acuan untuk membedakan berbagai jenis daging hewan yang dikonsumsi. Indikator yang telah diungkapkan di atas menunjukkan bahwa identifikasi berbagai jenis daging hewan konsumsi sangat diperlukan. Menurut beberapa sumber, metode yang dapat digunakan dan dikembangkan untuk identifikasi darah pada daging adalah menggunakan metode spektrofotometri dan elektrometri. Penelitian ini akan mengembangkan teknik analisa baru menggunakan spektrofotometri dan elektrometri berdasarkan sifat fisiko kimia dari biomarka spesifik pada sampel daging. Sifat fisiko kimia biomarka yang spesifik kemungkinan besar akan memberikan respon yang berbeda dari berbagai jenis daging hewan konsumsi. Perbedaan tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk menerapkan teknik analisa baru pada berbagai produk daging hewan konsumsi baik yang mentah maupun olahan sebagai sistem deteksi produk halal.