2019 : Analisa Kestabilan Transient Pada Smart Grid Menggunakan Metode Critical Trajectory dengan Mempertimbangkan Resiliency dan Reliabity

Ir. Margo Pujiantara MT
Ardyono Priyadi ST, M.Eng
Vita Lystianingrum B.P. ST., M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Energi baru terbarukan (EBT) merupakan hal penting dalam pemenuhan rasio eletrifikasi pada sistem tenaga. Maka dari itu pola pembangkitan akan berubah dari terpusat menjadi tersebar dengan kapasitas-kapasitas kecil atau disebut dengan sistem microgrid. Topologi jaringan akan menjadi lebih besar dan memiliki operasi sistem yang lebih rumit dalam sistem tenaga listrik. Kualitas dan keandalan jaringan sistem tenaga listrik menjadi salah satu permasalahan yang aka n sering dihadapi. Reliability dalam suatu sistem tenaga listrik perlu diperhatikan mengingat terjadinya perubahan topologi tersebut, dan beban yang tersebar. Selain itu keberlanjutan tenaga listrik harus diperhatikan apabila terjadi gangguan. Sedangkan Resiliency merupakan ketahanan suatu sistem apabila terjadi suatu gangguan yang tidak diinginkan. Sehingga sistem dapat dikatakan robust apabila terjadi gejolak ataupun perubahan pada sistem. Dalam menanggulangi masalah tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan adalan melakukan analisa kestabilan transien. Analisa tersebut merupakan analisa mengenai sudut rotor, frekuensi dan tegangan. Critical Clearing Time (CCT) merupakan salah satu parameter dalam suatu sistem pengaman. Salah satu metode dalam mendapatkan CCT adalah menggunakan metode critical trajectory atau metode lintasan kritis. Metode tersebut dapat menghitung waktu pemutusan kritis dengan akurat dan cepat dengan menggunakan konsep perhitungan numerik dan penyelesaian persamaan diferensial. Cara perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sistem sebelum terjadi gangguan, saat terjadi gangguan dan setelah terjadi gangguan. Trajektori kritis sendiri diartikan sebagai trajektori atau lintasan yang dimulai dari titik pada saat terjadi ganggua n dan berakhir pada titik hilangnya sinkronisasi atau titik ketidaksetimbangan ( Unstable Equilibrium Point). Hasil perhitungan dari metode trajektori kriti s berupa waktu pemutusan kritis.