2018 : PEMBUATAN BIODIESEL DARI MIKRO-ALGA DENGAN METODE EKSTRAKSI BERBANTUAN GELOMBANG MIKRO

Prof.Dr. Ir Mahfud DEA
Dr. Lailatul Qadariyah ST., MT
Donny Satria Bhuana ST.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar disel yang dibuat dari sumber yang dapat diperbaharui seperti minyak nabati dan lemak (Kusmiyati, 2008). Salah satu sumber bahan alam yang berpotensi untuk dapat dijadikan biodiesel adalah microalgae. karena kandungan minyak yang cukup tinggi yang terkandung dalam biomassanya. Microalga terdiri beberapa jenis yaitu alga biru hijau (Cyanobacteria) , alga Hijau (Chlorophyta ), Diatom (Chrysophyta), alga coklat emas (Chrysophyta), alga merah (Rhodophyta), Euglenophyta , Crytophyta, Phyrophyta, Alga Biru Hijau (Cyanobacteria). Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa microalgae sangat menjanjikan sebagai sumber bahan baku biodiesel yang terbarukan karena bisa memenuhi permintaan untuk bahan bakar transportasi secara global. Produktifitas minyak dari microalgae jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan minyak kelapa sawit untuk luas lahan yang sama yaitu bisa mencapai 20 kali lipat. Dalam penelitian ini akan digunakan microalgae dengan spesies Chorella sp. karena mengandung minyak yang tinggi yaitu sekitar 28-32 % minyak berat kering dan keberadaannya yang melimpah di Indonesi. Microalgae adalah tumbuhan tingkat rendah yang berukuran 5 sampai 30 µm dan jika dibandingkan dengan tumbuhan tingkat tinggi penghasil minyak nabati melalui fotosintesis, maka microalga dapat melakukan proses yang sama dengan lebih efisien, bahkan memiliki produktifitas yang lebih tinggi. Untuk mengambil lipid dari Chorella sp.yang merupakan bahan utama dalam pembuatan biodiesel, akan dilakukan ekstraksi lipid pada microalgae tersebut dikarenakan untuk mengetahui kadar lipidnya sehingga pada proses transesterifikasi dapat menghitung kadar yield biodiesel. Microalgae yang digunakan adalah mikroalga kering, hal ini dikarenakan mikroalga kering memiliki kandungan lipid yang lebih banyak dibandingkan mikroalga basah, selain itu proses yang dilakukan lebih sederhana. Maka tujuan penelitian ini adalah mempelajari proses penyiapan bahan baku biodiesel dari microalgae melalui berbagai metode ekstraksi dengan microwave dan proses pembuatan biodiesel secara ex-situ dan In-situ dengan bantuan microwave. Dengan mempelajari berbagai variabel yang berpengaruh seperti katalis, daya microwave, waktu reaksi dan jumlah co-solvent terhadap yield dan kualitas dari biodiesel yang dihasilkan. Serta mengetahui kondisi operasi optimum pada proses pembuatan biodiesel dengan menggunakan metode microwave-assisted transesterification secara ex-situ dan in situ.