2018 : TANTANGAN, ISU DAN DINAMIKA PERKEMBANGAN PERKOTAAN: MANAJEMEN, INOVASI DAN GUIDELINE DALAM PERENCANAAN KOTA

Ir. Putu Rudy Satiawan M.Sc.
Putu Gde Ariastita ST. MT.
Ardy Maulidy Navastara ST., MT.
Dian Rahmawati S.T, M.T
Karina Pradinie Tucunan S.T., M.Eng.


Abstract

Smart city adalah salah satu strategi perkembangan dan manajemen kota yang masih baru. Konsep yang dirancang dalam smart city ini adalah untuk membantu berbagai kegiatan masyarakat serta memberikan kemudahan mengakses informasi kepada masyarakat. Selain itu, tujuan dari smart city adalah untuk mengatasi permasalahan-permasalahan publik agar mencapai pembangunan berkelanjutan dan dapat meningkatkan kualitas hidup warganya. Pembangunan berkelanjutan dirumuskan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan hak pemenihan kebutuhan generasi mendatang. Namun, setelah 10 tahun pembangunan berkelanjutan dicanangkan dalam konferensi di Rio de Janeiro, masih terdapat banyak permasalahan yan terjadi disegala aspek pembangunan berkelanjutan. permasalahan utama seperti pada dimensi dalam pembangunan berkelanjutan, tata guna lahan dan berkaitan erat dengan hukum dan administrasi pembangunan yang ada di Indonesia. Permasalahan dalam dimensi ekologi berupa perubahan iklim yang sampai saat ini masih terus berlangsung, pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali sehingga menimbulkan kemiskinan, kekurangan air bersih dan berujung pada masalah gizi buruk pada masyarakat dalam dimensi sosial dan masalah utama dalam dimensi ekonomi adalah perubahan global dan globalisasi yang tidak dapat dibendung lehadirannya dan harus siap dihadapi oleh setiap negara. Peningkatan kebutuhan lahan yang merupakan akibat dari pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali dan pesatnya kemajuan teknologi membuat banyaknya terjadi alih fungsi lahan atau konversi lahan. Konversi lahan pada umumnya terjadi dari lahan pertanian menjadi non pertanian, seperti permukiman, industri maupun kegiatan komersial. Selain itu konversi lahan juga sering kali terjadi pada kawasan lindung atau konservasi menjadi kawasan budidaya atau kawasan terbangun. Permasalahan tersebut terjadi karena ketidakserasian peraturan dan hukum terkait administrasi pembangunan sehingga implementasi perencanaan ruang yang telah dibuat tidak bisa diwujudkan secara optimal, sehingga dibutuhkan inovasi dalam menghadapi tantangan, isu dan dinamika perkembangan kota yang ada. Kata Kunci: Pembangunan berkelanjutan, Tata guna lahan, Hukum dan Administrasi pembangunan, Perencanaan Kota