2019 : Climate Risk Assessment (CRA) di Kota Surabaya

Ummi Fadlilah Kurniawati ST, M.Sc

Year

2019

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Perubahan iklim merupakan implikasi dari pemanasan global yang semakin nyata dirasakan oleh masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Dampak perubahan iklim stendiri sudah dirasakan banyak masyarakat perkotaan, namun banyak yang belum paham betul tentang apa yang terjadi. Maka, pemahaman mengenai perubahan iklim secara ilmiah maupun praktis perlu ditingkatkan. Perlu diketahui, yang paling rentan terhadap perubahan iklim adalah negara pesisir pantai, kepulauan, dan negara berkembang dan Indonesia termasuk dalam ketiga tipe tersebut. Kajian BNPB tahun 2011 menyebutkan bahwa frekuensi bencana terkait iklim dan cuaca di Indonesia terus meningkat dalam 10 tahun terakhir. Di tahun 2013 saja, setidaknya terdapat 1.254 kejadian bencana iklim dan cuaca yang memberikan dampak pada lebih dari 800 ribu orang dan menyebabkan lebih dari 300 ribu orang mengungsi. Perubahan iklim telah berdampak pada semakin tingginya intensitas dan jenis bencana perubahan iklim yang terjadi seperti banjir, rob, kekeringan, angin puting beliung, ketidakpastian musim, penurunan produktivitas pertanian, serta wabah penyakit. Hal ini mengakibatkan besarnya kerugian yang dialami masyarakat di perkotaan baik secara material maupun immaterial. Langkah antisipatif sebaiknya mulai dilakukan dari sekarang sebelum keadaan semakin memburuk. Maka dari itu, dibutuhkan suatu perencanaan ketahanan iklim yang dapat dilakukan melalui penyusunan Kajian Risiko Iklim serta Strategi Ketahanan Kota.