2019 : YEAST PENDEGRADASI BAHAN AKTIF HERBISIDA ATRAZINE

Dr.rer.nat., Ir. Maya Shovitri M.Si
Nur Hidayatul Alami S.Si., M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia merupakan negara agraris, dimana sektor pertanian memegang peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia. Peningkatan sektor pertanian memerlukan berbagai sarana yang menunjang peningkatan produksi tanam, salah satunya adalah penggunaan herbisida. Atrazin (2-kloro-4-(etilamino)-6-(isopropilamino)-s-triazin) adalah herbisida yang termasuk ke dalam golongan s-triazin dan merupakan herbisida berbahan aktif yang efektif digunakan di seluruh dunia. Herbisida ini bersifat beracun, memiliki potensi akumulasi dan tetap berada di lingkungan selama bertahun-tahun. Bioremediasi untuk menghilangkan residu herbisida merupakan pendekatan bioteknologi yang aman, efektif, dan murah. Degradasi atrazin menggunakan yeast masih terbatas. Penelitian sebelumnya, didapatkan yeast yang diisolasi dari tanah pertanian. Yeast tersebut memiliki kemampuan yang baik dalam memproduksi hormon pertumbuhan IAA, akan tetapi kemampuan dalam mendegradasi herbisida atrazin belum pernah diujikan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dilakukan penelitian tentang potensi yeast yang diisolasi dari lahan pertanian dalam mendegradasi bahan aktif herbisida atrazin serta pengaruh sumber nutrisi terhadap degradasi atrazine. Penelitian diawali dengan skrining yeast pendegradasi atrazine, isolat yang menunjukkan ukuran zona bening terbesar digunakan dalam uji biodegradasi atrazine pada medium cair dengan melihat pengaruh jenis isolat yeast dan sumber nutrisi. Isolat yeast pada uji pengaruh jenis isolat merupakan 3 isolat terbaik hasil dari uji skrining, sementara pada uji pengaruh sumber nutrisi menggunakan nutrisi karbon (glukosa dan laktosa) dan nitrogen (urea dan ammonium nitrat). Persentase degradasi atrazine diukur dengan metode spektrofotometer. Selain itu, juga dilakukan pengukuran viabilitas sel yeast. Uji viabilitas menggunakan metode TPC. Suspensi uji yang menghasilkan persentase degradasi dan viabilitas terbaik dianalisis kandungan residu atrazinnya menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). Hasil penelitian ini menjadi hal yang sangat ditunggu, bukan hanya bertujuan mengungkap potensi yeast untuk dikembangkan sebagai agen pendegradasi atrazine, tetapi yang lebih utama adalah untuk mengembangkan dan memperkenalkan isolat lokal yeast yang merupakan bagian dari keanekaragaman hayati Indonesia sebagai kandidat handal mikroorganisme penyusun formula aktif komersial yang membantu dalam mengatasi permasalahan pencemaran herbisida atrazine.