2018 : TRANSFORMASI RUANG KAMPUNG TAMBAK ASRI MOROKREMBANGAN SURABAYA

Putu Gde Ariastita ST. MT.
Ardy Maulidy Navastara ST., MT.
Karina Pradinie Tucunan S.T., M.Eng.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kampung kota terbentuk dari sebuah aktivitas perkotaan yang muncul di kawasan pinggiran perkotaan. Dalam bahasa Minangkabau, kampung berkaitan dengan kehidupan yang sarat dan konsisten akan penerapan nilai-nilai tradisional. Di Aceh, gampong merupakan keseluruhan komunitas di sebuah desa (Atman, 1974). Suminttarsih dkk juga turut menjelaskan bahwa satuan-satuan permukiman di kawasan kota yang dianggap sebagai tatanan permukiman tradisional sebelum masuknya perencanaan permukiman di Indonesia disebut dengan Kampung. Sehingga, Kampung dapat dijelaskan tumbuh dari kebutuhan bermukim masyarakat dengan ciri kehidupan didalamnya masih terdapat nilai-nilai sosial budaya masyarakat yang erat dengan nilai tradisional masyarakat setempat. Nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat di Kampung juga tergambar dalam penggunaan ruang-ruang Kampung. Interaksi sosial antar tetangga berlangsung dalam ruang-ruang terbuka di dalam Kampung baik di jalan-jalan lingkungan, balai warga kampung, lapangan, pendopo dan banyak tempat lainnya. Keunikan cara berkomunikasi warga Kampung yang cenderung memanfaatkan ruang-ruang dalam Kampung di tengah tren kehidupan perkotaan memberikan keunikan karakteristik sosial budaya Kampung itu sendiri. Sehingga dalam penelitian ini, Peneliti berupaya untuk mengidentifikasi karakteristik hubungan ruang-ruang terbuka di Kampung dengan masyarakat sebagai pengguna dalam kaitannya untuk mewujudkan Kampung berkelanjutan. Dalam penggunaan ruang Kampung Tambak Asri didapati kondisi undervalued yang menyebabkan adanya kondisi-kondisi penggunaan ruang kampung yang diabaikan sehingga berpotensi pada peningkatan degradasi lingkungan serta penurunan kualitas kehidupan sosial masyarakat yang merujuk pada ketidakberlanjutan. Di samping itu, Kampung Tambak Asri memiliki potensi peningkatan kualitas kehidupan sosial masyarakat baik dari segi sumber daya sosial dan ekonomi maupun ketersediaan ruang-ruang terbuka publik yang berada di dalamnya. Sehingga, berdasarkan potensi ruang dan permasalahan yang timbul perlu dilakukan upaya transformasi ruang dengan pendekatan placemaking yakni mengubah space menjadi place untuk mewujudkan keberlanjutan kampung Tambak Asri. Adapun masalah yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah “ Bagaimana skenario transformasi ruang Kampung Tambak Asri dari space menjadi place untuk mendukung kampung berkelanjutan?�