2018 : Studi Dampak Negatif Kegiatan Ekowisata pada Makrofauna Asosiasi Padang Lamun Pantai Bama dan Kajang, Taman Nasional Baluran

Dra. Dian Saptarini M.Sc
Farid Kamal Muzaki S.Si, M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Taman Nasional Baluran yang terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, merupakan kawasan pelestarian alam baik daratan maupun perairan yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Salah satu bentuk pengelolaannya adalah pembukaan sebagian wilayah darat dan perairan di zona penyangga sebagai kawasan ekowisata; termasuk di area padang lamun di Pantai Bama dan Kajang. Bentuk aktivitas wisata yang terdapat di pantai Bama dan Kajang diantaranya adalah kegiatan selam (diving) dan snorkeling, berperahu kano (canoing) atau sekadar berjalan-jalan (trampling) dan bermain air. Selama ini, pariwisata di kawasan pantai seringkali dianggap sebagai industri yang relatif ramah lingkungan dan memberikan sedikit atau tidak ada dampak negatif terhadap lingkungan (komunitas biota). Akan tetapi, kegiatan tersebut juga dikhawatirkan berpotensi memberikan dampak negatif terhadap keanekaragaman hayati di kawasan pesisir. Salah satu komponen lingkungan pantai yang memiliki kemungkinan terdampak oleh pariwisata adalah padang lamun dan biota-biota yang berasosiasi dengan padang lamun tersebut, misalnya adalah komunitas ikan, Crustacea dan Echinodermata. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan membandingkan kondisi komunitas makrofauna asosiasi (ikan, Crustacea dan Echinodermata) pada padang lamun di Pantai Bama dan Kajang ditinjau dari komposisi jenis, kelimpahan dan keanekaragaman; terkait dengan aktivitas pariwisata pada kedua pantai tersebut. Pantai Bama merepresentasikan lokasi dengan aktivitas antropogenik lebih tinggi (lebih banyak pengunjung) sementara Pantai Kajang sebagai perwakilan lokasi dengan jumlah pengunjung yang lebih sedikit. Pengambilan data dilakukan satu kali dengan analisis data menggunakan pendekatan indeks-indeks keanekaragaman (Indeks Shannon-Wiener dan Indeks Pielou) serta uji statistika (independent sample T-test dan Pearson correlation). Luaran penelitian diharapkan dapat menjadi sumber informasi mengenai dampak kegiatan wisata pada kedua pantai tersebut terhadap fauna asosiasi padang lamun; sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak terkait untuk mengevaluasi dan mengelola kegiatan ekowisata di pantai Bama, Kajang dan sekitarnya; termasuk di dalamnya adalah pembatasan jumlah pengunjung.