2017 : STUDI POTENSI PEMANFAATAN MIKROALGA MENJADI BAHAN BAKU BIODIESEL MELALUI PROSES PHYCOTREATMENT MENGGUNAKAN HIGH RATE ALGAL REACTOR SEBAGAI SALAH SATU SUMBER ENERGI ALTERNATIF

Bieby Voijant Tangahu S.T., M.T., Ph.D.
Ipung Fitri Purwanti S.T., M.T., PhD.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pembuangan limbah cair yang tidak diolah terlebih dahulu dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yang berakibat pada penurunan kualitas badan air penerima. Penurunan kualitas air tersebut disebabkan oleh limbah domestik yang memberikan kontribusi pencemaran sebesar 60% dan limbah industri sebesar 40%. Kegiatan laundry merupakan salah satu kegiatan yang membutuhkan air bersih dan menghasilkan air buangan yang banyak, baik untuk kegiatan domestik maupun industri. Rata-rata sebanyak 15 liter air bersih dibutuhkan untuk mencuci 1 kilogram pakaian. Bila air buangan limbah laundry tersebut tidak diolah terlebih dahulu, hal tersebut dapat mengakibatkan eutrofikasi dan ledakan alga di badan air.\nHasil penelitian terkini menyebutkan bahwa potensi mikroalga untuk remediasi limbah cair laundry cukup tinggi karena mengandung nutrien dalam jumlah besar. Nutrien yang sering ditemui dalam air limbah laundry adalah nitrogen dan fosfor, dimana senyawa tersebut adalah senyawa yang dapat digunakan untuk membantu pertumbuhan alga. Salah satu teknologi pengolahan air limbah dengan mikroalga adalah menggunakan High Rate Algal Pond (HRAP), penelitian sebelumnya menunjukkan HRAP memiliki removal nitrogen-ammonia: 62%-83, 44%; nitrogen-nitrat: 57%-80%; dan fosfat 44%-63%. Pengolahan HRAP dapat meningkat dengan pemaparan intensitas cahaya yang cukup pada reaktor. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sinar cahaya matahari dapat digantikan Light-Emitting Diodes (LEDs) dengan intensitas cahaya berkisar antara 2000 hingga 12000 Lux.\nPenelitian ini dilakukan untuk mengkaji paparan cahaya yang memiliki efisiensi lebih besar untuk removal nutrien pada air limbah laundry pada sistem HRAP. Variabel yang akan digunakan pada penelitian ini adalah variabel durasi paparan cahaya, variabel ini bertujuan untuk menentukan durasi pencahayaan yang baik untuk mengolah air limbah laundry. Variabel yang kedua adalah intensitas cahaya pada untuk menentukan intensitas yang paling efisien dalam removal nutrien. Parameter yang akan diuji pada penelitian kali ini adalah COD, Nitrogen-ammonia, fosfat untuk mengetahui efisiensi removal nutrien dan Klorofil A untuk mengetahui kondisi perkembangan Alga. Selain itu dilakukan ekstraksi lipida dan sintesis lipida untuk menentukan potensi mikroalga sebagai bahan baku biodiesel.