2018 : POTENSI LIMBAH PENGASAPAN IKAN DI PANTAI PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK MENJADI PRODUK PELET IKAN SEBAGAI USAHA PENINGKATAN EKONOMI LOKAL: ANALISA PROTEIN, KESINTASAN DAN ANALISIS FUNGI PADA PERTUMBUHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)

Dr. Awik Puji Dyah Nurhayati S.Si., M.Si
Nova Maulidina Ashuri, S.Si, M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Jawa Timur memiliki potensi perikanan yang tinggi. Salah satu hasil olahan ikan yang ada di daerah pesisir Trenggalek adalah ikan asap. Sampai saat ini home industri pengasapan ikan belum memanfaatkan atau mengolah limbah ikan asap sehingga dapat menjadi produk yang mempunyai nilai jual tinggi. Sebagian besar home industri membuang limbah ikan asap, hingga membusuk dan menimbulkan pencemaran atau mengumpulkannya kepada pengepul. Limbah pengasapan ikan perlu dimanfaatkan sehingga dapat mengurangi dampak pencemaran karena pembusukannya. Limbah ikan berupa organ dalam, kepala, ekor, dan sirip ikan memiliki kandungan nutrisi protein 29,70%; lemak 18,83%; 1,94%; kadar air 8,97%; dan serat kasar 1,07%; sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan hewan budidaya, salah satunya sebagai pakan ikan/pelet. Kualitas pelet sangat berperan dalam keberhasilan budidaya ikan. Kandungan gizi yang cukup dapat memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan ikan. Pakan ikan diperlukan adanya suatu baku mutu kandungan gizi sebagai indikator kandungan gizi. Baku mutu dari pakan ikan dapat berupa nilai kandungan gizi (proksimat) untuk mengetahui pakan yang dibuat telah memenuhi standar yang ditentukan, selain itu, indikator lain yang dapat digunakan untuk menentukan kualitas pakan ikan adalah indikator mikrobiologis adalah tidak boleh terdapat Salmonella dan aflatoksin. Sehingga dalam penelitian ini dilakukan uji kandungan proksimat dan analisa fungi Aspergillus flavus terhadap pertumbuhan ikan lele dumbo C. gariepinus. Key Word: Trenggalek, Limbah pengasapan ikan, pelet, uji proksimat.