2020 : Pemodelan Peta Ortofoto Kampus ITS Dengan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Menggunakan Perangkat Lunak Open Source OpenDroneMap

Agung Budi Cahyono ST.,M.Sc. DEA
Udiana Wahyu Deviantari ST., MT.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Salah satu cara untuk mendapatkan informasi spasial berupa foto udara adalah dengan menggunakan sebuah pesawat tanpa awak atau yang biasa disebut Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang mampu melakukan foto udara. UAV merupakan wahana yang mendukung untuk pengukuran fotogrametri. UAV ini memungkinkan untuk melakukan pelacakan posisi dan orientasi dari sensor yang diimplementasikan dalam sistem lokal atau koordinat global (Eisenbeiss, 2009). Foto udara yang dihasilkan dari UAV ini selanjutnya dapat dijadikan data utama dalam pembuatan peta ortofoto untuk berbagai keperluan lainnya, seperti pembuatan denah, potensi sebuah daerah, maupun rencana pembangunan. Efisiensi biaya yang dilakukan pada pemetaan menggunakan metode foto udara ini sangat dipengaruhi oleh jenis kamera dan wahana yang digunakan. Saat ini, telah banyak dikembangkan sebuah metode alternatif pemotretan udara dengan biaya yang relatif murah dan cukup akurat. Salah satunya adalah dengan menggunakan kamera standar non metrik berformat kecil, atau biasa disebut Foto Udara Format Kecil (FUFK), dengan menggunakan film yang sensornya berukuran sekitar 24 mm x 36 mm dan panjang fokus 35 mm sebagai instrumen dalam pemotretan udara (Warner, Graham, & Read, 1996). Kamera non metrik memiliki kualitas gambar yang baik namun kualitas geometrik yang kurang baik, sehingga perlu dilakukan kalibrasi kamera untuk meningkatkan kualitas geometrik pada kamera yang digunakan (Gularso, Subiyanto, & Sabri, 2013). Untuk menghasilkan peta yang dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, diperlukan perangkat lunak yang dapat memproses dan mengolah foto udara dari data UAV sehingga dapat dihasilkan peta ortofoto. Perangkat lunak fotogrametri masih sulit untuk diakses secara bebas dan terbuka. Perangkat lunak yang digunakan oleh orang banyak, khususnya mahasiswa, merupakan perangkat lunak yang tidak legal karena didapat dari hasil crack perangkat lunak berlisensi. Hal tersebut bukan merupakan hal yang baik jika terus dilanjutkan. Maka dari itu, diperlukan perangkat lunak fotogrametri yang baik dan dapat diakses secara mudah dan legal oleh orang banyak sehingga pembuatan peta ortofoto dari data UAV dapat dilakukan dengan baik.