2019 : BIO-KOROSI PADA SAMBUNGAN LAS STRUKTUR BANGUNAN AKIBAT FOULING BAKTERI

Herman Pratikno ST.,MT.
Harmin Sulistiyaning Titah ST.,MT.,Ph.D.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pembangunan atau rekayasa industri maritim khususnya pembuatan bangunan lepas pantai pada saat ini sebagian besar menggunakan teknik pengelasan logam. Teknik pengelasan ini bukan merupakan hal baru tetapi merupakan sesuatu kebutuhan pokok. Oleh sebab itu proses pengelasan harus dilakukan dengan metode yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal serta memuaskan. Pengelasan adalah suatu teknik penyambungan antar logam menjadi satu dan kuat. Namun, sambungan las pada material baja tidak lepas dengan yang namanya korosi. Pencemaran laut dapat menyebabkan terjadinya bio-korosi pada material baja. Korosi dapat menyebabkan menurunnya kekuatan material dan kerusakan pada kontruksi. Material baja jenis ini memiliki peran yang cukup besar sebagai material penunjang di bidang industri maritime termasuk offshore. Penelitian ini akan menentukan laju bio-korosi terhadap material baja ASTM A36 dan sifat mekanik material baja tersebut dengan berbagai elektrode pada sambungan las dengan metode pengelasan SMAW. Jenis material baja yang banyak digunakan struktur bangunan di lingkungan laut adalah baja ASTM A36. Bakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah Escherichia coli, Pseudomonas fluorescens, dan Thiobacillus ferrooxidans, dengan menggunakan air laut buatan dengan salinitas 35‰. Dalam penelitian ini diharapkan didapatkan data dan perbandingan tentang laju bio-korosi dari material baja A36 terhadap variasi berbagai elektrode pada sambungan las dengan penambahan bakteri serta mengetahui jenis bakteri yang paling korosif. Dari data yang akan diperoleh maka hipotesa yang akan didapat adalah bahwa didapatkan jenis elektode yang sesuai untuk metode pengelasan SMAW pada material baja ASTMA36 untuk memberikan laju bio-korosi yang paling rendah dengan kata lain mempunyai ketahanan bio-korosi paling baik.