2018 : Analisis Kelaikan dan Kenyamanan Kapal Ferry Ro-Ro untuk Pelayaran Indonesia Timur.

Ir. Wasis Dwi Aryawan M.Sc. Ph.D
Dedi Budi Purwanto ST., MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Gerakan kapal akibat gelombang sangat perlu diperhitungkan dalam tahap awal desain. Hal itu akan lebih menjamin keselamatan mengingat banyaknya insiden kapal akibat cuaca buruk, sehingga perlu diketahui gerakan kapal terhadap gelombang dengan menghitung peluang terjadinya deck wetness dan bottom slamming. Dengan prediksi gerakan yang baik maka efisiensi dan nilai guna kapal yang diperlukan dapat ditingkatkan dalam rangka persaingan di bisnis pelayaran mengingat kapal adalah barang modal yang harganya tinggi. Selain faktor keselamatan, faktor kenyamanan harus diperhatikan. Seasickness/mabuk laut merupakan kondisi seseorang mengalami gejala pusing, mual, muntah atau keluar keringat dingin saat mengendarai transportasi laut. Kondisi ini disebabkan oleh kondisi fisik dari seseorang tersebut yang kurang fit ataupun kondis dari luar yang mengakibatkan seasickness. Kondisi dari luar yang dimaksud ialah gerakan berlebihan dari kapal yang dapat mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Dari hasil observasi dan riset yang dilakukan oleh Mc Cauley dan O’Hanlon (1974) disebutkan bahwa tidak ada hubungan yang pasti antara gerakan kapal dan mabuk laut. Tetapi, faktor utama penyebab terjadinya mabuk laut yaitu percepatan vertikal dari kapal. Prediksi deck wetness dan seasickness ini dilakukan dengan menghitung gerakan heave dan pitch dengan persamaan relative bow motion gabungan pada gelombang irregular dengan sudut hadap yang telah ditentukan yaitu 45°, 90°, 135° dan 180°. Koefisien hidrodinamis pada perhitungan ini dengan pembacaan grafik yang kemudian divalidasikan dengan perhitungan berdasarkan rumus