2018 : PENGOLAHAN LIMBAH MOLASES SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK SERTA REDUKSI LOGAM BERAT Cr (VI) DENGAN REAKTOR DUAL CHAMBER MICROBIAL FUEL CELL (MFC) SISTEM KONTINU

Ir. Nuniek Hendrianie
Dr. Ir. Sri Rachmania Juliastuti M.Eng

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sekarang ini kebutuhan dan ketergantungan manusia akan energi listrik semakin meningkat. Sedangkan, bahan bakar fosil sebagai sumber energi yang tidak dapat diperbarui mulai terbatas. Disisi lain, limbah industri semakin bertambah seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi. Salah satunya adalah limbah molase yang masih mempunyai kandungan sukrosa sebesar 55% dan mempunyai potensi untuk digunakan sebagai sumber energi alternatif. Limbah industri lainnya yaitu limbah logam berat Cr(VI) yang merupakan zat pencemar reaktif dan bersifat toksik bagi manusia. Salah satu energi alternatif yang sangat berpotensi untuk dikembangkan adalah fuel cell yang berbasis biologi. Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan teknologi yang mengkonversi energi kimia ke energi listrik dengan bantuan reaksi katalitik dari mikroorganisme. Sehingga, perlu dilakukan penelitian dengan judul “Pengolahan Limbah Molases Sebagai Sumber Energi Listrik Serta Reduksi Logam Berat Cr (VI) dengan Reaktor Dual Chamber Microbial Fuel Cell (MFC) Sistem Kontinu� Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu menggunakan bakteri dalam limbah organik molases pada sisi anoda dan larutan K2Cr2O7 pada sisi katoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses produksi bio-listrik menggunakan Microbial Fuel Cell (MFC) dengan konsentrasi bakteri yang tepat dan mengetahui penurunan kandungan kromium setelah proses bio-listrik. Proses bio-listrik ini dilakukan dengan dual-chamber reactor yang dihubungkan dengan jembatan garam dan terdapat elektroda di setiap chamber yang dihubungkan dengan kabel tembaga. Sistem kontinu dilakukan dengan menambahkan fresh feed dengan laju 0,4 Liter/Jam dan mengembalikan sebagian hasil dari produk bawah reaktor (sesuai variabel ratio recycle) kedalam reaktor utama. Limbah organik yang digunakan adalah limbah molases dengan konsentrasi bakteri Shewanella oneidensis 12,5 % (v/v). Variabel penelitian berupa ratio recycle yaitu rate recycle : rate feed masuk sebesar 0,5; 0,6; 0;75 dan 0,85 serta pH pada ruang katoda yaitu 3 dan 4. Hasil berupa power density yang diukur mengunakan multimeter. Limbah organik setelah proses bio-listrik dianalisa kandungan COD dan kandungan kromium pada substrat di analisa dengan spektrofotometer pada masing-masing variabel, kemudian dibandingkan untuk mendapatkan hasil yang paling optimal.