2019 : Pedoman Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi: Pengembangan Perangkat Asesmen Skema Manajer Proyek (Penelitian Tahun ke-1 dari 2 Tahun)

Ir. Achmad Holil Noor Ali M.Kom.
Fajar Baskoro S.Kom.MT.
Arya Yudhi Wijaya S.Kom, M.Kom.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Manajemen proyek adalah salah satu cara yang ditawarkan untuk maksud pengelolaan suatu proyek, yaitu suatu metode pengelolaan yang dikembangkan secara ilmiah dan intensif sejak pertengahan abad ke-20 untuk menghadapi kegiatan khusus yang berbentuk proyek. (Iman Soeharto, 1999) Manajemen proyek merupakan kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan sumberdaya organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan dalam waktu tertentu dengan sumber daya tertentu [1]. Setiap proyek mempunyai batasan yang berbeda terhadap ruang lingkup, waktu, biaya, yang biasanya disebut sebagai triple constraint (Tiga Kendala). Setiap proyek manajer harus memperhatikan hal penting dalam manajemen proyek. Pertama, ruang lingkup (scope): Apa yang ingin dicapai dalam proyek? Produk atau layanan apa yang pelanggan harapkan dari proyek tersebut? Kedua, waktu (time): Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek? Bagaimana jadwal kegiatan proyek akan dilaksanakan? Ketiga, biaya (cost): Berapa biaya yang dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan proyek?. ICT Project Manager adalah tugasnya memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan proyek ICT untuk mencapai sasaran yang ditetapkan atau menyelenggarakan jasa pengelolaan proyek TIK yang komprehensif secara efektif dan efisien sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga mencapai target yang telah ditentukan. Project manager harus mempunyai kemampuan atas knowledge(pengetahuan), skill(ketrampilan) dan attitude(sikap kerja), kemampuan kerja yang memenuhi ketiga aspek tersebut dinyatakan sebagai kompeten, oleh karenanya disebut standar kompetensi kerja disebutkan juga dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan, di mana dinyatakan pada Pasal 10 ayat (2), menetapkan bahwa Pelatihan kerja diselenggarakan berdasarkan program pelatihan yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja, diperjelas lagi dengan peraturan pelaksanaannya yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 31 Tahun 2006, tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional: Pasal 3, Prinsip dasar pelatihan kerja adalah, huruf (b) berbasis pada kompetensi kerja. Pasal 4 ayat (1), Program pelatihan kerja disusun berdasarkan SKKNI, Standar Internasional dan / atau Standar Khusus. Untuk mencapai kompetensi Manajemen Proyek perlu dibuat Skema berdasar pada okupasi berdasar keputusan Menteri tenaga kerja dan transmigrasi Republik Indonesia nomor 349 tahun 2014 tentang penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia(SKKNI) kategori jasa profesional, ilmiah dan teknis golongan pokok kegiatan kantor pusat dan konsultasi manajemen pada jabatan kerja ict project manager Undang-undang dan Peraturan Pemerintah serta SKKNI tersebut di atas menyebut tentang kompetensi yaitu suatu ungkapan kualitas Sumber Daya Manusia yang terbentuk dengan menyatunya 3 aspek, kompetensi yang terdiri dari: Aspek Pengetahuan (domain Kognitif atau Knowledge), Aspek Kemampuan (domain Psychomotorik atau Skill) dan Aspek Sikap kerja (domain Afektif atau Attitude/Ability), atau secara definitif pengertian kompetensi ialah penguasaan disiplin keilmuan dan pengetahuan serta keterampilan menerapkan metode dan teknik tertentu didukung sikap perilaku kerja yang tepat, guna mencapai dan atau mewujudkan hasil tertentu secara mandiri dan atau berkelompok dalam penyelenggaraan tugas pekerjaan.