2019 : Pemetaan Kerentanan Tanah dan Bangunan Tinggi di Kampus ITS Menggunakan Integrasi Metode Geofisika Sebagai Antisipasi Pengurangan Risiko Kerusakan Akibat Potensi Gempa Bumi di Kota Surabaya

Dr. Ayi Syaeful Bahri S.Si., M.T.
Anik Hilyah S.Si, M.T
Juan Pandu Gya Nur Rochman S.Si., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) adalah salah satu perguruan tinggi yang telah didirikan sejak sejak tahun 1960 lalu. Kampus ITS Sukolilo memiliki luas wilayah sekitar 180 hektar, dengan luas bangunan yang dimiliki kurang lebih 150.000 m2. Beberapa bangunan di ITS merupakan bangunan bertingkat tinggi yaitu minimal 3 lantai ke atas. Kampus ITS berada di wilayah Surabaya Timur yang merupakan daerah dengan kondisi geologi yang khas yaitu berupa cekungan endapan aluvial muda hasil endapan laut dan sungai, tuff dan batu yang memiliki potensi bahaya yang lebih besar terhadap efek intensitas getaran tanah akibat amplifikasi dan interaksi getaran tanah terhadap bangunan karena gempa bumi. Wilayah Surabaya dan sekitarnya juga berdekatan dengan beberapa sesar aktif seperti; Sesar Aktif Lasem, Sesar Aktif Watu, Sesar Aktif Grindulu, dan Sesar Aktif Pasuruan dimana sesar-sesar tersebut dapat berpotensi menimbulkan gempa bumi. Selain efek amplifikasi dari kondisi geologi, potensi kerusakan di wilayah Surabaya khususnya Kampus ITS juga bisa dipengaruhi oleh resonansi antara bangunan dan tanah. Maka dari itu, diperlukan suatu upaya penelitian atau kajian kerentanan tanah dan bangunan tinggi dengan menggunakan metode geofisika terintegrasi dalam rangka mitigasi dan mengurangi tingkat risiko terhadap bahaya gempa bumi di Kampus ITS. Karena bagaimanapun pembangunan struktur dan infrastruktur di Kampus ITS hendaknya memperhatikan aspek kegempaan untuk menghindari kerugian yang mungkin timbul karena risiko gempa bumi. Integrasi metode geofisika (Geolistrik, Georadar, Mikrotremor) akan dapat memetakan kondisi bawah permukaan dan juga memetakan kerentanan tanah dan bangunan tinggi di wilayah Kampus ITS. Penelitian ini dirancang selama 3 (tiga tahun) dan direncanakan melibatkan mahasiswa S1 untuk keperluan tugas akhir (TA) dan mahasiswa S2 untuk keperluan penelitian thesis, dengan demikian penelitian ini juga berdampak terhadap peningkatan aktivitas dan produktivitas penelitian/publikasi Laboratorium Geofisika Eksplorasi di Departemen Teknik Geofisika. Luaran penelitian ini diharapkan minimal berupa 2 jurnal internasional terindeks, dan dokumen pemetaan kerentanan tanah dan bangunan tinggi yang ada di Kampus ITS, Sukolilo sebagai bahan kajian dalam rangka pengembangan infrastruktur di ITS.