2018 : Integrasi Kriteria Smart Kampung Terhadap Konsep Surabaya Smart City

Dr. Ing. Ir. Haryo Sulistyarso
Ir. Putu Rudy Satiawan M.Sc.
Dian Rahmawati S.T, M.T

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Smart city, bukan kata yang asing lagi pada 5 tahun belakangan ini. Hal tersebut sudah menggaung bahkan banyak memberi perubahan pada kota/kabupaten besar di Indonesia. Sejalan dengan baiknya tanggapan mengenai konsep smart city ini, pemerintah juga berusaha dalam menyesuaikan regulasi serta hal-hal terkait yang menjadi standar dari kota pintar di Indonesia sendiri. Hal tersebut dapat kita lihat pada salah satu fokusan poin SDGs nomor 11 yaitu kota dan permukiman yang inklusif, aman, berdaya tahan, dan berkelanjutan. Keseriusan Indonesia dalam menanggapi konsep kota pintar ini diintegrasikan pada pembahasan SDGs nomor 11 ini telah disepakati yang mana difasilitasi oleh Bappenas dalam mengeluarkan Konvergensi Agenda Pembangunan: Nawa Cita, RPJMN, dan SDGs pada Tahun 2015. Di Indonesia pengertian kota pintar masih cukup ambigu, dimana smart city merupakan konsep kota yang menggunakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menghubungkan, untuk pemantauan dan pengendalian berbagai sumber daya yang ada di dalam kota secara efektif dan efisien dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada warga kota (Alawadhi et al., 2012). Surabaya menjadi salah satu kota percontohan di Provinsi Jawa Timur dalam menerapkan konsep smart city, yang mana hal ini sebagai penggerak kawasan sekitar menuju smart city. Stimulus yang Surabaya berikan memberikan dampak baik untuk kota/kabupaten sekitar bahkan Provinsi Jawa Timur sendiri. Dengan adanya penerapan konsep smart city yang dirasa Kota Surabaya dapat memberi banyak manfaat, baik dari segi pelayanan, informasi, bahkan perencanaan. Adapun Kota Surabaya diberikan kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam UN Habitat III – PrepCom 3: United Nations Conference on Housing and Sustainable Urban Development. Dalam acara tersebut kampung-kampung percontohan yang dimiliki Surabaya menunjukan eksistensi dan potensi sebagai upaya pembangunan berkelanjutan. Dengan kesempatan tersebut kami mencoba mengakomodasi standar/kriteria permukiman pintar yang mengadopsi konsep smart city untuk menjadi standar penyemangat masyarakat dalam menyempurnakan kawasan permukimannya dan mendukung smart city, Kota Surabaya. Pengembangan menuju smart city sangat banyak dijumpai, namun tidak adanya kejelasan mengenai standar/kriteria yang merepresentatif Kota Surabaya sendiri. Kami berusaha mengemas kriteria smart city yang dapat digunakan dalam konteks permukiman baik mulai dari perumahan informal atau pun formal. Adapun yang akan kami bahas dalam penelitian ini terfokus pada identifikasi konsep smart city yang Kota Surabaya terapkan juga menyesuaikan kriteria yang telah ada terhadap kondisi terkini Kota Surabaya, dan mengintegrasikannya. Kata Kunci: Permukiman, Integrasi, Smart City.