2020 : Konsep Permukiman Petani Garam Berkelanjutan dengan Prinsip Zero Waste

Prof.Ir. Happy Ratna Sumartinah M.Sc, Ph.D
Sarah Cahyadini S.T.,M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Permukiman berkelanjutan menjadi topik utama dalam penelitian ini. Permukiman petani garam merupakan permukiman yang sebagian besar (hampir 70%) terdiri dari tambak garam, sehingga permukiman ini harus memiliki kondisi lingkungan yang bersih dan sehat sebagai upaya untuk menghasilkan garam yang berkualitas. Pada kenyataannya, saat ini banyak permukiman petani garam yang kurang sehat lingkungannya. Penyebab utamanya adalah banyaknya sampah dan limbah permukiman yang terdapat di tambak garam serta tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebersihan yang masih rendah dan berakibat lingkungan permukiman tambak menjadi tercemar dan tidak sehat. Usaha pengelolaan sampah dibutuhkan sebagai upaya perbaikan kualitas lingkungan agar menjadi permukiman yang berkelanjutan. Strategi zero waste merupakan salah satu upaya pengelolaan sampah yang efisien dalam meminimalisir jumlah sampah dan limbah yang dibuang ke lingkungan. Limbah rumah tangga yang mewakili sebagian besar pada permukiman ditekankan dalam kasus ini. Penelitian ini bertujuan mengeksploasi solusi terintegrasi pada permukiman petani garam di Indonesia khususnya di Kabupaten Sumenep Madura dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan dengan prinsip zero waste. Metode kualitatif digunakan dengan cara melihat langsung (observasi) fenomena yang terjadi pada suatu studi kasus yang sesuai dengan permasalahan, dengan melihat kondisi fisik nonfisik dan masyarakatnya di lokasi, yang nantinya akan menghasilkan konsep permukiman petani garam yang berkelanjutan. Analisa yang dilakukan melingkupi aspek lingkungan, manusia, dan bangunan. Hasil penelitian ini akan menyajikan solusi permukiman berkelanjutan untuk masalah sampah dan limbah, berupa rumusan konsep permukiman petani garam yang berkelanjutan dengan prinsip zero waste.