2018 : Konsep Desain Aquaculture Support Vessel (ASV) Sebagai Pendukung Logistik Budidaya Ikan Pada Offshore Aquaculture

Prof. Ir. I Ketut Aria Pria Utama M.Sc., Ph.D.
Teguh Putranto ST.,M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pembangunan Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai adalah salah satu program unggulan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan produksi perikanan nasional. Bantuan benih ikan sebanyak 200 juta ekor dan revitalisasi 300 unit (1.200 lubang) KJA merupakan bentuk dukungan KKP demi tercapainya target swasembada ikan di Indonesia. Aktivitas budidaya ikan di KJA lepas pantai perlu didukung dengan armada Aquaculture Support Vessel (ASV) sebagai moda transportasi staf dan wisatawan, distribusi pakan dan benih ikan, serta pengangkutan hasil panen ikan. Kapal ASV harus didesain sedemikian rupa sehingga dapat meminimalisir efek dinamis gerakan kapal dan memiliki hambatan yang kecil. Harapannya, kapal ASV ini mampu mengurangi resiko benih ikan mati saat didistribusikan ke KJA lepas pantai, menghindari kondisi seasickness bagi staf dan wisatawan, dan memiliki mesin utama yang kecil. Penelitian ini akan memfokuskan pada desain kapal ASV dari aspek stabilitas, hidrodinamika, dan gerakan kapal dengan menggunakan metode numerik dan eksperimen di Laboratorium Hidrodinamika. Kapal ASV memiliki payload 15 penumpang dan muatan 20 ton sesuai dengan kebutuhan Ocean Farm ITS (KJA sebagai Penelitian Unggulan di Pusat Studi Kelautan ITS). Variasi deadrise angle 50, 100, dan 150 serta panjang bilge keel 50%, 60%, dan 70% dari LBP kapal dilakukan untuk mendapatkan hasil yang paling optimum berdasarkan analisa stabilitas kapal utuh, gerakan kapal (heaving, rolling, dan pitching), dan hambatan. Secara numerik, masing-masing analisa dihitung menggunakan Metode Krylov, 3D Diffraction Panel Method, dan Computational Fluid Dynamics (CFD). Secara eksperimen, model kapal akan dilakukan uji hambatan dan gerakan kapalnya. Regulasi IMO Resolution memberikan batasan nilai lengan stabilitas dan periode gerakan kapal yang aman dan nyaman. Hambatan kapal yang kecil akan memberi keuntungan dari segi biaya dan konsumsi bahan bakar dalam pemilihan mesin utama kapal. Hasil dari penelitian ini adalah konsep desain kapal meliputi rencana garis dan rencana umum kapal ASV yang aman, nyaman, dan hemat bahan bakar.