2018 : Studi Pengolahan Limbah Air Bekas Pencucian Jeans Dengan Metode Fisik-Kimia dan Biologis Skala Laboratorium

Prof. Dr. Ir. Nieke Karnaningroem Dipl.SE, M.Sc
Ir. Atiek Moesriati M.Kes.
Alia Damayanti ST., MT., Ph.D


Abstract

Usaha pencucian jeans merupakan usaha pencucian dan pelunturan jeans setelah dilakukan pewarnaan pada jeans. Hasil buangan dari proses pencucian jeans sebagian besar langsung dibuang ke badan air atau sungai, sehingga akan mencemari lingkungan. Salah satu industri pencucian jeans di Surabaya terletak di daerah Pesapen Selatan, Surabaya. Industri pencucian jeans “X�ini merupakan industri skala rumah tangga yang hanya beroperasi ketika ada pekerjaan pencucian jeans dari konveksi maupun pemesanan dari pelanggan. Namun pada tahun 2017 industri ini terkena pinalti/ teguran dari DLH Kota Surabaya karena effluen limbah dari proses pencucian jeans melebihi baku mutu yang telah ditetapkan pada Peraturan Gubernur No. 72 Tahun 2013 tentang baku mutu limbah industri tekstil. Pada hasil pengujian oleh DLH didapatkan TSS sebesar 3350 mg/L dan COD sebesar 10876 mg/L. Perlu adanya suatu unit pengolahan sederhana untuk menurunkan beban polutan pada pencucian jeans, salah satunya menggunakan proses fisik-kimia serta biologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat penurunan COD, TSS, kekeruhan dan warna pada air bekas pencucian jeans menggunakan proses fisik-kimia biologis dengan variasi jenis koagulan dan media filter serta mendapatkan upaya dalam memperbaiki efisiensi penurunan beban polutan dan kualitas parameter air limbah untuk dibuang ke badan air penerima. Studi dilakukan pada industri rumah tangga pencucian jeans dareah Pesapen Selatan Surabaya. Penelitian ini dimulai dengan peneltiain pendahuluan untuk mengetahui karakteristik limbah serta penentuan dosis optimum penambahan tawas dan PAC dan proses aklimatisasi untuk pengolahan biologis. Penelitian skala laboratorium dengan menggunakan reaktor yang telah direncanakan. Desain reaktor untuk proses fisik-kimia yakni terdiri dari bak koagulasi flokulasi, bak pengendap serta bak filtrasi. Untuk unit koagulasi flokulasi, unit bak pengendap dan unit filtrasi digunakan reaktor dari kaca dengan ukuran yang menyesuaikan debit untuk mengolah air bekas pencucian jeans. Sedangkan alat yang digunakan untuk penentuan jenis koagulan yaitu dengan alat berupa jar test. Variabel yang digunakan dalam proses fisik-kimia adalah jenis koagulan dan variasi media filter. Untuk pengolahan biologis, desain reaktor terdiri dari bak penampung awal, media filter, dan bak penampung akhir. Proses ini menggunakan sistem kontinyu dengan aliran downflow. Variabel yang digunakan adalah jenis media dan debit aerasi. Dalam pengolahan biologis media yang digunakan adalah pecahan genteng, kerikil, dan bioball. Parameter yang diamati adalah COD, TSS, kekeruhan, dan warna. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini ialah memperoleh besar penurunan bahan pencemar yang ada pada air limbah setelah melewati serangkaian unit reaktor yang telah dirancang dalam upaya dalam memperbaiki kualitas air limbah sesuai baku mutu sebelum dibuang ke badan air penerima.