2019 : Pengembangan Model Deep Learning untuk Evaluasi Dampak Kebijakan Penggunaan Mobile Positioning Data pada Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Dr Suhartono S.Si., M.Sc
Novri Suhermi S.Si., M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pariwisata adalah salah satu sektor di bidang ekonomi yang tumbuh dengan pesat. Sejalan dengan peran sektor pariwisata dalam perekonomian dunia, pariwisata juga berperan penting bagi perekonomian Indonesia. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menjadi hal yang penting bagi sektor pariwisata karena sebagai salah satu dari enam target pembangunan pariwisata Kementerian Pariwisata. Terdapat banyak aspek yang mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, diantaranya kebijakan pemerintah dan bencana alam. Sejak Oktober 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan sumber data tambahan untuk menentukan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yaitu menggunakan Mobile Positioning Data (MPD). Penelitian sebelumnya mengenai MPD menyebutkan beberapa kelebihan dan kelemahan penggunaan MPD untuk bidang pariwisata. Beberapa kelemahannya adalah relatif kurang menjelaskan mengenai tujuan perjalanan serta over-under coverage penggunaan perangkat seluler. Bencana alam juga memiliki pengaruh bagi jumlah kunjungan wisman ke Indonesia. Salah satu bencana alam yang berdampak terhadap jumlah kunjungan wisman adalah letusan Gunung Agung di Bali pada November 2017. Mengingat besarnya peran jumlah kunjungan wisman bagi sektor pariwisata dan ekonomi, maka ketepatan data wisman menjadi penting. Sehingga pada penelitian ini dilakukan evaluasi penggunaan MPD dan dampak letusan Gunung Agung dengan pendekatan model intervensi, machine learning yaitu DLNN, hybrid kedua model, dan metode ensemble. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari BPS tahun 2010 hingga 2018. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi terkait penggunaan MPD serta menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi pemberdayaan pariwisata nasional.