2019 : POTENSI LIMBAH DOMESTIK DI DAERAH KEPUTIH, SURABAYA DALAM BUDIDAYA CACING Lumbricus rubellus UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT LOKAL

Dr.rer.nat. Edwin Setiawan S.Si., M.Sc
Nova Maulidina Ashuri, S.Si, M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kelurahan Keputih merupakan salah satu Kelurahan di Kota Surabaya Jawa Timur memiliki potensi limbah domestik yang tinggi. Masyarakat setempat telah memanfaatkan limbah domestik yang bersifat anorganik untuk di daur ulang atau sekedar dijual ke pengepul, sedangkan limbah domestik yang berupa bahan organik, sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah organik tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi bahan pakan untuk cacing tanah yang mempunyai kandungan nutrisi dan nilai jual tinggi. Limbah domestik berupa bahan organik ini perlu dimanfaatkan sehingga dapat mengurangi dampak pencemaran karena pembusukannya. Di bidang pertanian, kascing (pupuk kompos dari kotoran cacing atau earthworms vermicompost) merupakan pupuk organik yang bernutrisi tinggi. Di bidang peternakan dan perikanan, studi menemukan bahwa ikan lele dumbo yang diberi pakan cacing Lumbricus rubellus segar dapat meningkat biomasnya hingga 10% dan memiliki survival rate (daya tahan hidup) lebih tinggi. Cacing tanah memiliki potensi sebagai pakan hewan budidaya harus memiliki kandungan gizi yang cukup sehingga dapat memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan hewan budidaya. Cacing tanah sebagai pakan memerlukan adanya suatu baku mutu kandungan gizi sebagai indikator kandungan gizi. Baku mutu dari pakan ikan dapat berupa nilai kandungan gizi (proksimat) untuk mengetahui pakan telah memenuhi standar yang ditentukan. Selain itu, pertumbuhan cacing agar diperoleh waktu dan ukuran pertumbuhan optimum, perlu adanya ketersediaan pakan dari limbah organic dengan komposisi tertentu. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan uji kandungan proksimat cacing tanah dan analisa komposisi pakan dari bahan limbah domestik berupa bahan organik agar diperoleh pertumbuhan yang optimum.