2019 : Studi Kandungan Produk Samping Klorinasi pada Air Produksi PDAM Sidoarjo

Alfan Purnomo S.T., M.T.
Ede Mehta Wardhana S.T., M.T
Mariyanto S.Si., M.T
Lucky Putri Rahayu S.Si., M.Si.
Ervin Nurhayati S.T.,M.T.,Ph.D
Murry Raditya S.T., M.T.
Sefi Novendra Patrialova S.Si., M.T
Maratus Sholihah S.T., M.T
Iftita Rahmatika S.T., M.Eng
Okta Putra Setio Ardianto S.T.,M.T
Ardi Nugroho Yulianto S.T.,M.T
Gita Marina Ahadyanti S.T., M.T
Adhi Iswantoro S.T.,M.T
Fadilla Indrayuni Prastyasari S.T., M.Sc
BANU PRASETYO S.FIL.,M.FIL
Danu Utama S.T.,M.T
Muhammad Luthfi Shahab S.Si.,M.Si


Abstract

Dalam pengolahan air baku menjadi air minum, pathogen dihilangkan dengan proses disinfeksi. Salah satu metode disinfeksi yang paling banyak diterapkan adalah klorinasi, karena relatif ekonomis, mudah penerapannya, dan efektif dalam membunuh pathogen. Namun sayangnya, proses klorinasi jika dilakukan dalam air yang masing mengandung bahan organik, maka akan ada resiko terbentuknya produk sampingan disinfection by-product (DBP). Pembentukan DBP terjadi sebagai akibat dari reaksi kimia antara bahan organik dalam air dan desinfektan yang digunakan untuk pembunuhan pathogen. Klorin adalah desinfektan yang paling luas digunakan di seluruh dunia, dan trihalometana (THMs) dan asam haloasetat (HAA) adalah kelas DBP yang paling banyak terbentuk setelah klorinasi. DBP sendiri telah terbukti bersifat karsinogenik dan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Namun sayangya, di Indonesia keberadaan DBP belum dimonitor. Dengan memanfaatkan sumber air baku air permukaan, seperti sungai, saluran irigasi, danau, dan air permukaan lain, maka resiko terbentuknya DBP akan besar karena kandungan organik yang ada dalam air baku-air baku tersebut. Sementara, sebagian besar PDAM di Indonesia bergantung kepada air permukaan sebagai sumber air bakunya. Penelitian ini akan meneliti kandungan DBPs, khususnya kategori THM, dalam air produksi PDAM yang selama ini belum pernah terdata. Data kandungan DBPs selanjutnya akan dikorelasikan dengan data kualitas air baku dan besarnya prekursor DBPs, yaitu kandungan organik, dalam air baku. Penelitian ini mengambil lokasi di lima instalasi pengolahan air PDAM Sidoarjo.