2019 : SINTESIS DAN KARAKTERISASI CaCO3 PRESIPITAT DENGAN MORFOLOGI BERVARIASI DARI BATU KAPUR ALAM SEBAGAI SUPLEMEN MAKANAN

Dr. Drs. Zaenal Arifin M.Si
Dr.rer.nat. Triwikantoro M.Sc.
Sri Yani Purwaningsih S.Si., M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kalsium Karbonat (CaCO3) merupakan material yang bersifat polimorfi artinya mempunyai 3 struktur fasa yang berbeda, yaitu fasa calcite, aragonite, dan vaterite. Kalsium karbonat banyak ditemukan dalam batu kapur, coral (batuan laut) dan kulit binatang laut. Kalsium karbonat banyak dimanfaatkan oleh dunia industri, apalagi jika ukuran partikelnya dapat dibuat sampai berskala nanometer. Industri yang banyak memanfatkan CaCO3 ini diantaranya: farmasi, karet, pewarna, katalis, kromatografi, cat, makanan, kosmetik dan farmasi. Dalam penelitian ini kalsium karbonat (CaCO3) akan difokuskan sebagai bahan suplemen berukuran nano ke dalam makanan. Kalsium karbonat dapat dimanfaatkan sebagai suplemen makanan, vitamin dan mineral serta zat-zat tertentu lainnya dalam makanan untuk meningkatkan gizi dan nutrisi makanan. Scientific Committee for Food (SCF) UE 1991, melaporkan kalsium karbonat aman di dalam makanan, dan memberikan kontribusi sebagai asupan makanan yang tidak mengganggu mekanisme homeostatis dan mengendalikan keseimbangan elektrolit dari tubuh. Dalam waktu yang tidak lama, diperkirakan produk ini akan memasuki pasar di Indonesia seiring dengan perkembangan teknologi yang memanfaatkan sifat – sifatnya yang relevan. Untuk itu, pengkajian khususnya yang berhubungan dengan langkah – langkah sintesis dan peluangnya untuk produksi massal harus segera dilakukan. Sasaran penelitian ini diarahkan pada fabrikasi CaCO3 sebagai suplemen untuk meningkatkan gizi dan nutrisi makanan. Penelitian ini juga dititik beratkan pada pengembangan metoda karbonasi dan penyempurnaannya di Jurusan Fisika FMIPA ITS. Bersamaan dengan upaya applikasi nanoCaCO3 dalam industri makanan akan ditelaah (i) pengkajian sifat polimofi CaCO3 yang berstruktur calcite, vaterite, dan aragonite dengan ukuran < 100 nm (ii) parameter proses karbonasi agar dihasilkan partikel – nano calcite (CaCO3) yang distribusi ukurannya homogen/mono-dispersif, (iii) penggunaan template dalam prosedur karbonasi untuk menghasilkan partikel – nano yang monodispersif (ukurannya seragam) (iv) Substitusi CaCO3 nanopartikel fasa vaterite ke dalam aditif makanan.