2018 : RISET PENGEMBANGAN PENGENALAN KESENIAN JARAN KENCAK UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR DI MUSEUM LUMAJANG

Primaditya S.Sn., MDs
Arie Kurniawan S.T., M.Ds.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia merupakan laboratorium budaya terbesar di dunia. Dihuni oleh lebih dari 300 suku bangsa serta memiliki 742 bahasa dan dialek. Saat ini Indonesia memiliki inventaris 66.513 peninggalan purbalaka terdiri dari 12.155 situs dan 54.398 benda bergerak yang dirawat pada museum baik nasional ataupun daerah (Widianto,2016). Museum dengan kekayaan budayanya menjadi sarana menanamkan nilai budaya, edukasi dan karakter pada anak-anak. Tetapi, tujuan tersebut belum tercapai di Museum Lumajang karena belum adanya media yang terkonsep menstimulus anak untuk terlibat, mencerna informasi, mendapatkan edukasi dan hikmah dari museum. Guna mengoptimalkan fungsi museum Lumajang, dilakukan penelitian desain sarana edukasi kesenian Jaran Kencak khas lumajang dengan pendekatan user experience, khususnya untuk anak usia 6-9 tahun. Dalam proses mewujudkan gagasan tersebut, diperlukan beberapa studi dan analisis antara lain studi experience untuk mengetahui sejarah, alur cerita, gerakan serta kelengkapan Jaran Kencak. Brainstorming dan ideasi untuk mengetahui kebutuhan serta konsep desain. Analisis interaksi user dan beberapa analisis lain untuk eksplorasi desain. Dari analisis dan studi yang digunakan maka dihasilkan sebuah desain permainan petualangan mengenal Jaran Kencak untuk anak 6-9 tahun, dengan konsep interaktif user experience. Permainan ini mengajarkan sejarah Jaran kencak dalam sebuah alur game yang runtut. Terdapat beberapa tahap dengan urutan: anak melihat story telling sejarah secara visual, kemudian menginterpersonakan dirinya sebagai tokoh sejarah, menjinakkan mainan kuda liar, dan menaiki kuda hingga garis finish . Game ini dapat melatih kognitif, motorik (halus), budaya, sosial dan emosi.