2019 : DETEKSI GELATIN BABI DALAM MAKANAN OLAHAN MENGGUNAKAN SENSOR QUARTZ CRYSTAL MICROBALANCE TERMODIFIKASI NiO NANOPARTIKEL UNTUK PENGENDALIAN PRODUK HALAL (TAHAP III)

Dr. Hendro Juwono M.Si.
Drs. Djarot Sugiarso KS MS.
Dr.rer.nat. Fredy Kurniawan S.Si., M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Gelatin merupakan salah satu bahan makanan yang diperoleh melalui hidrolisis parsial kolagen melalui proses asam dan basa. Secara umum, gelatin banyak digunakan di industri obat-obatan dan makanan. Pada industri makanan, gelatin digunakan sebagai bahan penstabil, penebal, dan pengenyal pada roti. Selain pada roti, gelatin juga digunakan sebagai bahan tambahan untuk permen lunak, jeli, es krim dan lainnya. Sumber gelatin terbesar berasal dari kulit babi, yaitu sebesar 45,8%. Sumber lainnya adalah dari kulit sapi (28,4%), tulang (24,2%) dan 1,6% sisanya berasal dari bahan baku selain kulit dan tulang. Secara fisik, gelatin babi dan sapi sangat mirip, sehingga membuat keduanya sulit dibedakan secara langsung. Pada produk makanan, tidak semua produsen mencantumkan informasi yang jelas mengenai sumber gelatin yang digunakan. Informasi yang tidak jelas tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat Muslim, apabila gelatin yang digunakan adalah gelatin babi. Hal ini menjadi faktor pendorong untuk dilakukan identifikasi terhadap jenis gelatin yang digunakan pada pembuatan produk makanan. Indikator yang telah diungkapkan diatas menunjukkan bahwa deteksi gelatin babi dalam suatu produk makanan sangat diperlukan. Menurut beberapa sumber, salah satu metode yang dapat digunakan dan dikembangkan untuk deteksi gelatin babi adalah sensor Quartz Crystal Microbalance (QCM). Penelitian ini akan mengembangkan sensor selektif gelatin babi menggunakan Quartz Crystal Microbalance (QCM) yang dimodifikasi. Sesuai dengan hasil pada penelitian sebelumnya bahwa gelatin babi dan gelatin sapi dapat terdeteksi berdasarkan nilai pergeseran yang dihasilkan saat dilakukan pengukuran menggunakan sensor QCM termodifikasi. Perbedaan respon tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk menerapkan sensor selektif gelatin babi pada berbagai produk makanan sebagai langkah awal identifikasi produk halal. Pengembangan sensor QCM termodifikasi akan dibuat dalam bentuk prototype sehingga lebih mudah dibawa dan diaplikasikan dalam proses identifikasi awal produk halal.