2018 : Keanekaragaman dan Potensi Hewan Spons (Porifera) yang berhabitat di Padang Lamun Pacitan Propinsi Jawa Timur

Dr.rer.nat. Edwin Setiawan S.Si., M.Sc
Farid Kamal Muzaki S.Si, M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Padang lamun atau “Sea grass�merupakan salah satu komunitas yang memiliki peran penting bagi ekosistem Laut. Lamun menghasilkan makanan bagi penyu, ikan, bulu babi, dan mamalia laut seperti dugong yang saat ini dikategorikan IUCN dalam daftar merah karena terancam punah. Padang lamun juga menjadi tempat mencari makan, kawin, bertelur, memijah dan membesarkan anak bagi banyak jenis ikan, udang dan kerang yang bemilai ekonomis tinggi. Selain itu secara fisik lamun juga mampu menstabilkan substrat (sedimen), menahan ombak dan menyerap bahan pencemar. Bersama dengan terumbu karang dan hutan mangrove, lamun membentuk habitat dengan produktifitas yang sangat tinggi di laut. Degradasi dan kehilangan padang lamun akan menyebabkan kerusakan bagi ekosistem di laut secara keseluruhan dan secara ekonomis akan menimbulkan kerugian yang besar bagi manusia, sehingga kelestarian biota laut di daerah padang lamun tersebut juga harus dijaga. Kelompok biota laut yang berperan penting dalam ekosistem di daerah padang lamun adalah makrozoobentos (Crustacea, Molusca, Echinodermata, Porifera). Kelompok biota ini mendiami daerah dasar perairan dan memegang peranan utama dalam siklus rantai makanan, baik sebagai konsumen yang menjaga keseimbangan populasi dalam ekosistem maupun sebagai dekomposer yang merombak sampah organik menjadi unsur yang lebih sederhana dan dapat dimanfaatkan kembali oleh berbagai macam organisme terutama spons (Porifera). Spons merupakan hewan sesil bentik yang memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir sebagai “filter feeder� Spons juga sudah diketahui secara luas memiliki kandungan bioaktif yang potensial sebagai bahan obat atau biofarmasi disamping spons juga merupakan salah satu hewan�model�yang dipakai untuk mempelajari evolusi mahluk hidup. Dikarenakan nilai penting peranan spons tersebut, penelusuran keanekaragaman jenis spons masih perlu dilakukan, terutama spons yang berhabitat di padang lamun. Salah satu daerah di Indonesia yang belum terdata keanekaragaman sponsnya terutama spons padang lamun adalah daerah pantai selatan Jawa Timur di Pacitan. Daerah pantai di Pacitan dikenal baik sebagai daerah wisata yang mempunyai karakteristik bervariasi. Variasi tersebut terutama dapat dilihat dari tipe substrat dan juga tingkat energi gelombang yang tinggi. Karakter-karakter fisik tersebut dapat membatasi persebaran spons. Terdapat kurang lebih 20 pantai di Pacitan. Pantai Pidakan dan Pantai Tawang dipilih sebagai lokasi kajian karena mempunyai karakteristik padang lamun yang berbeda di antara keduanya. Kata kunci: Spons, Padang Lamun, Pacitan, Keanekaragaman hayati, Identifikasi